Mancini Kesulitan Racik Timnas Italia karena Kualitas Serie A

Hanifah Kusumastuti
Hanifah Kusumastuti Kamis, 06 September 2018 10:25 WIB
Mancini Kesulitan Racik Timnas Italia karena Kualitas Serie A

Klub-klub Serie A seperti AC Milan tak banyak memberi kesempatan bermain kepada pemain Italia sehingga Roberto Mancini kesulitan meracik skuat Timnas Italia./Reuters-Stefano Rellandini

Harianjogja.com, JOGJA—Italia akhirnya bisa kembali merasakan atmosfer kompetitif setelah absen di Piala Dunia 2018 dengan turun di UEFA Nations League mulai pekan ini. Sayangnya, buruknya penampilan pemain Italia di Serie A berimbas banyak pada tim nasional.

Roberto Mancini yang ditunjuk sebagai pelatih Italia sejak Maret lalu memiliki tantangan besar mengembalikan kredibilitas juara dunia 2006 ini setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2008. Tim berjuluk Azzurri ini masuk di Grup 3 Liga A, bergabung dengan Polandia dan Portugal.

Azzurri akan memulai kampanye perdana mereka di UEFA Nations League dengan menjamu Polandia di Stadio Renato Dalla’Ara, Bologna, Sabtu (8/9) dini hari WIB. Sejak ditukangi Mancini pada Maret lalu, Italia belum benar-benar meraih hasil mengesankan. Mereka hanya menang sekali dalam empat laga. Dua pertandingan berakhir dengan hasil imbang dan satu laga berakhir dengan kekalahan telak 1-3 dalam laga persahabatan di kandang Prancis.

Mancini tentu tidak ingin menjadi pencundang di UEFA Nations League. Masalahnya, ia merasa kesulitan menemukan amunisi muda yang memiliki jam terbang tinggi di Seri-A. Para pemain Italia memang sebagian mendapat menit tampil terbatas di klub masing-masing.

Hanya terdapat 111 pemain Italia (39%) yang menjadi starter dalam tiga laga pembuka di Seri-A musim ini. Jumlah itu sangat berbeda jauh dengan 2006, atau ketika Italia menahbiskan diri sebagai juara Piala Dunia. Saat itu, pemain berpaspor Italia yang turun sebagai starter dalam tiga laga pembuka Seri-A mencapai 217 orang alias mendominasi 73 persen.

Wajar apabila Mancini mengeluh dan meminta pelatih di klub-klub Seri-A untuk memberi kesempatan pemain Italia lebih banyak tampil di lapangan, terutama kepada pemain-pemain muda. Pernyataan Mancini itu mendapat dukungan dari anak buahnya, termasuk kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma.

“Mancini benar, kepercayaan diri sangat dibutuhkan para pemain muda,” ujar Donnarumma, seperti dilansir football-italia.net, Rabu (5/9).

Mantan bintang Italia, Andrea Pirlo, juga mendukung Mancini. Dia menilai Serie A semakin tidak ramah bagi pemain muda di negeri mereka sendiri. Eks gelandang Juventus, AC Milan, dan Inter Milan itu berharap pelatih Serie A, khususnya yang berpaspor Italia, untuk berani menurunkan talenta muda di tim utama.

“Pelatih-pelatih asal Italia kurang berani [menurunkan pemain muda Italia]. Padahal ada banyak pemain asing yang tidak lebih bagus dibandingkan pemain Italia. Ini juga terhadi di Seri-B, bahkan di liga yang kastanya lebih rendah,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online