Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Klub-klub Serie A seperti AC Milan tak banyak memberi kesempatan bermain kepada pemain Italia sehingga Roberto Mancini kesulitan meracik skuat Timnas Italia./Reuters-Stefano Rellandini
Harianjogja.com, JOGJA—Italia akhirnya bisa kembali merasakan atmosfer kompetitif setelah absen di Piala Dunia 2018 dengan turun di UEFA Nations League mulai pekan ini. Sayangnya, buruknya penampilan pemain Italia di Serie A berimbas banyak pada tim nasional.
Roberto Mancini yang ditunjuk sebagai pelatih Italia sejak Maret lalu memiliki tantangan besar mengembalikan kredibilitas juara dunia 2006 ini setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2008. Tim berjuluk Azzurri ini masuk di Grup 3 Liga A, bergabung dengan Polandia dan Portugal.
Azzurri akan memulai kampanye perdana mereka di UEFA Nations League dengan menjamu Polandia di Stadio Renato Dalla’Ara, Bologna, Sabtu (8/9) dini hari WIB. Sejak ditukangi Mancini pada Maret lalu, Italia belum benar-benar meraih hasil mengesankan. Mereka hanya menang sekali dalam empat laga. Dua pertandingan berakhir dengan hasil imbang dan satu laga berakhir dengan kekalahan telak 1-3 dalam laga persahabatan di kandang Prancis.
Mancini tentu tidak ingin menjadi pencundang di UEFA Nations League. Masalahnya, ia merasa kesulitan menemukan amunisi muda yang memiliki jam terbang tinggi di Seri-A. Para pemain Italia memang sebagian mendapat menit tampil terbatas di klub masing-masing.
Hanya terdapat 111 pemain Italia (39%) yang menjadi starter dalam tiga laga pembuka di Seri-A musim ini. Jumlah itu sangat berbeda jauh dengan 2006, atau ketika Italia menahbiskan diri sebagai juara Piala Dunia. Saat itu, pemain berpaspor Italia yang turun sebagai starter dalam tiga laga pembuka Seri-A mencapai 217 orang alias mendominasi 73 persen.
Wajar apabila Mancini mengeluh dan meminta pelatih di klub-klub Seri-A untuk memberi kesempatan pemain Italia lebih banyak tampil di lapangan, terutama kepada pemain-pemain muda. Pernyataan Mancini itu mendapat dukungan dari anak buahnya, termasuk kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma.
“Mancini benar, kepercayaan diri sangat dibutuhkan para pemain muda,” ujar Donnarumma, seperti dilansir football-italia.net, Rabu (5/9).
Mantan bintang Italia, Andrea Pirlo, juga mendukung Mancini. Dia menilai Serie A semakin tidak ramah bagi pemain muda di negeri mereka sendiri. Eks gelandang Juventus, AC Milan, dan Inter Milan itu berharap pelatih Serie A, khususnya yang berpaspor Italia, untuk berani menurunkan talenta muda di tim utama.
“Pelatih-pelatih asal Italia kurang berani [menurunkan pemain muda Italia]. Padahal ada banyak pemain asing yang tidak lebih bagus dibandingkan pemain Italia. Ini juga terhadi di Seri-B, bahkan di liga yang kastanya lebih rendah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.