Ducati Luncurkan Panigale V4 Mrquez Edisi Juara Dunia 2025
Ducati meluncurkan Panigale V4 Márquez 2025 edisi juara dunia MotoGP, hanya 293 unit dengan komponen premium dan desain eksklusif.
Suporter Juventus - Reuters/Alessandro Bianchi
Harianjogja.com, JOGJA—Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi menjatuhkan sanksi kepada Juventus dan Chelsea. Juventus dikenai sanksi dilarang tampil di kompetisi Eropa. Sementara, Chelsea dikenakan denda.
BACA JUGA: Juventus Resmi Dikeluarkan dari Kompetisi Eropa
Club Financial Control Body (CFCB) UEFA mengungkapkan jika Juventus dan Chelsea melakukan pelanggaran. Baik Juventus maupun Chelsea dinilai melanggar peraturan perizinan klub dan Financial Fair Play (FFP).
Berdasarkan keterangan resmi UEFA, Sabtu (29/7/2023), Juventus dilarang tampil di kompetisi Eropa pada musim 2023-2024. Selain itu, Bianconeri-julukan Juventus juga harus membayar denda sebesar Rp302 miliar.
UEFA menyatakan akan memberikan pengecualian kepada Juventus dengan menjatuhkan denda senilai10 juta euro jika Juventus gagal memenuhi persyaratan FFP pada 2023, 2024, dan 2025.
UEFA juga menunjuk Fiorentina untuk menggantikan Juventus sebagai perwakilan Liga Italia di Liga Konferensi Eropa pada musim 2023-2024. Di sisi lain, Juventus mengaku siap dan akan menjalankan sanksi dari UEFA. Manajemen Bianconeri tidak akan mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ducati meluncurkan Panigale V4 Márquez 2025 edisi juara dunia MotoGP, hanya 293 unit dengan komponen premium dan desain eksklusif.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Jaringan bus semakin luas untuk mendukung mobilitas warga dan wisatawan di DIY.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Pemerintah memperkuat mitigasi PHK di sektor industri. Said Iqbal menyebut tekanan berasal dari konflik global, daya beli, hingga relokasi investasi.
Pemerintah menegaskan visi Presiden Prabowo Subianto mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing pada 2045 melalui berbagai program priorita