Prediksi 2022: Properti Industri & Logistik Diprediksi Paling Dicari
Konsultan properti global Colliers memprediksi bahwa untuk tahun depan, properti industri dan logistik menjadi aset real estat yang palingb dicari di Asia Pasifik.
Petenis Jepang keturunan Haiti, Naomi Osaka/Reuters-Mike Segar
Harianjogja.com, NEW YORK – Di ajang US Open, petenis AS Serena Williams mengalahkan Anastasija Sevastova 6-3 6-0 pada Jumat siang WIB (7/9/2018) dan melangkah ke final untuk merebut satu gelar lagi dan menyamai rekor Margaret Court (Australia) dengan 24 gelar juara Grand Slam.
Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan Arthur Ashe Stadium di New York, AS, Williams bertemu petenis Jepang Naomi Osaka yang menaklukkan Madison Keys, finalis tahun lalu, kalah di laga puncak tahun lalu dari sesama petenis AS Sloane Stephens.
Selama 7 bulan dan tujuh turnamen Williams tak berkompetisi menyusul kelahiran anak pertamanya. Williams kembali pada penampilan terbaik dan hanya memerlukan waktu 66 menit untuk mengalahkan petenis asal Latvia unggulan 19 itu dan mencapai final Grand Slam ke-31.
Jika mampu merebut kemenangan pada laga final Sabtu, Williams yang berusia 36 tahun ini akan meraih gelar AS Terbuka ketujuh, dan menumbangkan rekor Chris Evert yang mengoleksi kemenangan enam kali juara AS Terbuka.
Sementara itu Naomi Osaka, yang karena memiliki darah Haiti, penampilannya tidak sebagaimana putri Jepang umumnya, menaklukkan Madison Keys dengan skor 6-2 6-4 untuk mencapai final Grand Slam pertamanya dan menyiapkan pertemuan dengan idola masa kecilnya Serena Williams.
Osaka, 20 tahun, merupakan petenis putri Jepang pertama yang mencapai final kategori tunggal di Grand Slam. Dia harus berjuang lebih keras ketimbang yang terlihat di papan skor untuk dapat menyingkirkan unggulan ke-14 Keys, yang harus membayar "harga" karena tampil dengan naluri membunuh yang minim.
Petenis AS itu mendapatkan 13 peluang break point, namun Osaka mampu menggagalkan semuanya dan tampil jauh lebih tajam untuk mengonversi tiga dari empat peluang yang dimilikinya.
Menjelang jumpa Setena Williams, Naomi Osaka mengaku ini seperti bukan kenyataan. "Saya mencintai Anda (Serena). Saya mencintai semua orang. Ini terasa sedikit tidak nyata. Bahkan ketika saya masih anak-anak, saya selalu bermimpi saya akan bermain melawan Serena di final Grand Slam."
"Pada saat yang sama saya seperti merasa saya semestinya menikmati momen ini, saya semestinya tetap berpikir ini seperti pertandingan lain. Saya semestinya tidak benar-benar memikirkan dia sebagai idola saya. Saya semestinya hanya berusaha untuk bermain dengan dia sebagai seorang lawan."
Osaka memenangi gelar perdana pada kariernya di Indian Wells tahun ini, tetapi tidak pernah mengalahkan Keys dalam tiga pertemuan sebelumnya, dan kalah dari petenis AS itu di Madison Keys pada 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : USOpen.org, Reuters, & Antara
Konsultan properti global Colliers memprediksi bahwa untuk tahun depan, properti industri dan logistik menjadi aset real estat yang palingb dicari di Asia Pasifik.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat