Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Penyerang PSIM Jogja Ismail Haris saat membela PSIM Jogja melawan Mojokerto Putra di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (1/5/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, MARTAPURA - PSIM Jogja tidak punya banyak waktu untuk menikmati euforia kemenangan 1-2 dari tuan rumah Persiba Balikpapan, Sabtu (15/9/2018) lalu.
Sebab, tim berjuluk Laskar Mataram ini harus fokus menghadapi laga berat melawan Martapura FC di Stadion Demang Lehman, Martapura, Rabu (19/9/2018) mendatang.
"Kami lupakan hasil kemarin. Kami langsung fokus menghadapi martapura FC. Hari ini kami bertolak dari Balikpapan menuju Martapura," kata pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak, kepada Harianjogja.com, Minggu (16/9/2018).
Menurut Bona, kemenangan atas tuan rumah Persiba Balikpapan harus menjadi pelecut semangat bagi Hendika Arga dan kawan-kawan saat berhadapan dengan Laskar Sultan Adam. Meski sedang dalam tren positif, Bona meminta kepada anak asuhnya untuk terus mewaspadai kekuatan dari Martapura FC. Apalagi kali ini mereka akan bermain di kandang Martapura FC.
"Kami sudah tekankan kepada pemain, agar menghindari pelanggaran yang tidak perlu nantinya. Selain itu penguasaan bola harus mampu ditingkatkan, meskipun kita tahu tim Martapura adalah tim yang baik dan diisi oleh sejumlah pemain berkualitas," terang Bona.
Di sisi lain, Bona mengakui jika saat ini timnya sedang dihadapkan pada persoalan krisis pemain. Sebab, dua pemain utama PSIM Jogja dipastikan absen pada laga melawan Martapura FC. Pada posisi pemain belakang, M Arifin dipastikan absen menyusul kartu merah yang didapatkan usai menjegal Rosi Noprihanis saat PSIM Jogja melawan Persiba Balikpapan, Sabtu (15/9/2018) sore.
Sementara di lini depan, PSIM Jogja kehilangan striker utamanya, Ismail Haris yang terkena akumulasi kartu, usai diganjar satu kartu kuning saat melawan Persiba Balikpapan.
Alhasil, Bona harus memutar otak untuk menyusun strating eleven saat melawan Martapura FC. Untuk posisi Ismail Haris, Bona tidak akan terlalu pusing, karena masih ada Setiawan (Wawan Samma) yang bisa diposisikan sebagai penyerang. Namun, untuk posisi bek tengah, absennya M Arifin membuat Bona harus memangggil Edo Pratama yang saat ini masih di Jogja untuk datang ke Martapura.
"Kami kemungkinan akan panggil Edo ke sini. Meskipun saat ini memang ada Nanda Bagus. Sedangkan untuk posisi penyerang, bisa saja kami tidak pakai penyerang murni, dan lebih mengandalkan para geladang kami. Kami lihat nanti situasi terakhir," ucap Bona.
Bona menambahkan, menjelang laga melawan Martapura FC, pihaknya juga akan terus melakukan perbaikan tim, utamanya dalam mengatasi bola silang, dan bola mati. Hal ini mengingat satu gol yang bersarang ke gawang PSIM saat menghadapi Persiba tidak lepas dari kegagalan antisipasi skema bola silang.
"Kami tata lagi. Selain itu keberanian anak-anak dalam melakukan rotasi posisi dan improvisasi masih perlu dibenahi," tandas Bona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.