Liga 1 Dihentikan, Persebaya Rancang TC

Jumali
Jumali Jum'at, 28 September 2018 16:55 WIB
Liga 1 Dihentikan, Persebaya Rancang TC

Djajang Nurdjaman / Persebaya.id

Harianjogja.com, SURABAYA -Sepak bola tanah air tengah berduka. Oleh kematian suporter Persija di Gelora Bandung Lautan Api Minggu lalu (23/9/2018).

Untuk melakukan investigasi, PSSI menghentikan liga untuk sementara waktu. Persebaya sebagai salah satu kontestan Liga 1, tentu saja terdampak akibat keputusan yang diumumkan Ketum PSSI Edy Rahmayadi Selasa malam lalu (25/9/2018) itu.

Saat keputusan penghentian liga itu diumumkan, Persebaya sebenarnya sedang mempersiapkan diri menghadapi Arema FC. Pertandingan derby Jatim itu rencananya akan digelar Minggu nanti (30/9/2018).

Namun, akhirnya mundur dengan adanya keputusan dari PSSI. PT LIB sebagai operator liga juga telah mengirimkan surat ke semua klub terkait penghentian itu.

”Persebaya sebagai anggota PSSI dan peserta Liga 1 menghormati keputusan itu. Pasti kami akan mengikuti,” kata manajer Persebaya Candra Wahyudi, dikutip dari laman resmi Persebaya, Jumat (28/9/2018).

Pemberhentian kompetisi sampai waktu yang tak ditentukan dipastikan membuat jadwal molor. Namun. Candra menyatakan Persebaya sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi untuk menjaga performa pemain. Duet pelatih Djadjang Nurdjaman-Bejo Sugiantoro telah menyusun program latihan baru untuk para pemain.

Bila penghentian lama, maka Green Force berencana mengadakan training centre (TC). “Misal sudah ada kepastian waktu penundaannya lama, tentu program akan menyesuaikan, seperti pemusatan latihan atau bagaimana,” jelasnya.

Terkait laga melawan Arema FC yang seharusnya dihelat Minggu (30/9) mendatang, Candra menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI dan LIB. “Seharusnya ketemu Arema, tapi karena ada keputusan ini, ya tidak ada pertandingan. Kami kini menunggu keputusan dari PSSI dan PT LIB soal kapan jadwal akan digelar,” ungkapnya.

Soal kerugian akibat penghentian sementara, Candra tidak mau berandai-andai. Karena baru dua hari, belum ada kerugian yang dirasakan Persebaya. Kalau penghentian berlangsung lama, tentu risiko kerugian jauh lebih besar dibandinkan bila liga segera bergulir.

”Terpenting ada kepastian, agar klub segera bisa melakukan penyesuaian rencana,” tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online