PSMS Medan Kalahkan PSIS 2-1, Dua Kartu Merah Warnai Laga

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 23:57 WIB
PSMS Medan Kalahkan PSIS 2-1, Dua Kartu Merah Warnai Laga

PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang 2-1 dan naik ke posisi kedua Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Dua kartu merah mewarnai laga. /Instagram.

Harianjogja.com, DELI SERDANG—PSMS Medan mengamankan tiga poin setelah menundukkan PSIS Semarang dengan skor 2-1 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu malam. Kemenangan ini membawa PSMS naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup A.

PSMS mengunci kemenangan melalui gol Raihan Utama pada menit ke-22 dan Javier Siverio pada menit ke-38. Sementara itu, PSIS baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui Fitra Ridwan pada menit ke-90+8.

Tambahan tiga poin membuat PSMS mengoleksi 14 poin, menempel PSPS Riau yang memimpin klasemen dengan 18 poin. PSIS belum beranjak dari posisi kelima dengan raihan 10 poin.

Pertandingan yang disaksikan lebih dari 5.000 penonton tersebut berlangsung dengan tensi tinggi. Dua pemain menerima kartu merah, yakni Javier Siverio dari PSMS dan Rifki Dwi Septiawan dari PSIS.

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mensyukuri kemenangan timnya. Namun, ia mengakui kartu merah kembali menjadi persoalan yang memengaruhi strategi permainan.

"Yang pasti kita syukuri lagi. Tapi terjadi lagi kartu merah di babak pertama. Kali ini Javier Siverio yang kena kartu merah. Luar biasa perjuangan pemain dengan susah payah mempertahankan keunggulan 2-0 hingga babak pertama," katanya.

PSMS Unggul Dua Gol pada Babak Pertama

PSMS mengawali pertandingan dengan mengambil inisiatif menyerang. Meski demikian, tuan rumah sempat kesulitan menembus pertahanan PSIS yang ditangani Widodo Cahyono Putro.

PSIS bahkan hampir membuka keunggulan pada menit keempat melalui serangan balik. Felipe Cadenazzi, yang pernah memperkuat PSMS pada musim lalu, melepaskan ancaman yang berhasil diamankan kiper Rudi N Rajak.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22. Raihan Utama mendapatkan ruang di luar kotak penalti sebelum melepaskan tembakan terarah ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau penjaga gawang PSIS.

Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri PSMS. Ikhsan Chan kemudian berkontribusi dalam gol kedua tuan rumah dengan memberikan assist kepada Javier Siverio pada menit ke-38.

Namun, keunggulan dua gol tidak membuat PSMS bisa bermain nyaman. Siverio menerima kartu merah pada menit ke-39 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS.

Kehilangan penyerang asal Spanyol itu memaksa Eko mengubah pendekatan permainan. PSMS yang sebelumnya berusaha menguasai bola mulai lebih berkonsentrasi menjaga pertahanan dan mengandalkan serangan balik.

"Pertama, kita memang kesulitan lagi di babak pertama bermain dengan 10 pemain. Tadinya kita memegang possession, tetapi setelah kehilangan pemain, kita bertahan dan melakukan counter. Terlepas dari itu, kita tetap berusaha memegang bola agar tidak mudah hilang," ujar Eko.

PSIS Kehilangan Pemain, PSMS Tetap Tertekan

Memasuki babak kedua, PSIS berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, pertahanan rapat PSMS membuat tim tamu kesulitan menemukan celah untuk mencetak gol.

Situasi berubah pada menit ke-82. Pemain pengganti PSIS, Rifki Dwi Septiawan, menerima kartu merah setelah mendapatkan dua kartu kuning. Kedua tim pun kembali bermain dengan jumlah pemain yang sama.

PSIS akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-90+8 melalui Fitra Ridwan. Gol pada masa tambahan waktu itu membuat pertandingan berlangsung menegangkan hingga menit-menit akhir.

Meski mendapat tekanan pada penghujung laga, PSMS mampu mempertahankan keunggulan 2-1 sampai wasit meniup peluit panjang.

Eko mengakui para pemainnya sempat kehilangan konsentrasi menjelang pertandingan berakhir. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan tim yang mampu mempertahankan keunggulan dalam situasi sulit.

"Di menit terakhir kita tidak fokus, tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka bisa mempertahankan keunggulan 2-0 cukup lama dalam situasi yang tidak mudah," tuturnya.

Eko juga menilai kedalaman skuad menjadi modal penting bagi PSMS dalam menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Tim menyiapkan 31 pemain untuk mengarungi kompetisi liga dan League Cup.

"Kita beruntung punya banyak pemain. Kehilangan Manahati juga bisa dibuktikan ada yang menggantikan. Kita punya 31 pemain, seperti tadi Ikhsan Chan juga memberikan assist," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online