Bandar Antariksa di Biak, Rusia Tegaskan Belum Ada Kerja Sama
Rusia dan RI masih berdiskusi soal bandar antariksa Biak. Dubes Rusia menegaskan belum ada perjanjian dan membantah isu pangkalan militer.
Asian Para Games 2018/youtube
Harianjogja.com, JAKARTA - Dari ajang Asian Para Games, atlet para-atletik Indonesia Ni Made Arianti Putri tidak menyangka bisa meraih medali perak di nomor lari 400 meter T13 putri, Kamis.
Itu menjadi medali perak keduanya di Asian Para Games 2018 setelah sebelumnya meraup medali serupa di nomor 100 meter T13 putri, Rabu (10/10).
"Tidak menyangka bisa mendapatkan medali perak di nomor 400 meter ini karena sebelumnya tidak ditargetkan medali di nomor ini," kata Ni Made Arianti usai bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senyan, Jakarta, Kamis.
Meski demikian, atlet berusia 22 tahun tersebut mengakui catatan waktunya di nomor 400 meter T13 yakni 1 menit 05,29 detik sudah memenuhi harapan.
Sebagai informasi, torehan waktunya tersebut sudah memecahkan rekor Asian Para Games 1 menit 05,86 detik yang dibuat pelari Thailand Supannee Prawat pada tahun 2010 saat Asian Para Games di China.
"Saya berterima kasih kepada semua yang telah mendukung saya, tentu termasuk keluarga, pelatih, teman-teman dan masyarakat Indonesia," kata Ariyanti.
Dara yang lahir di Gianyar, Bali, pada 4 Februari 1996 tersebut secara khusus memberikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang hadir langsung di stadion untuk mendukungnya.
Menurut Arianti, sorak sorai suporter di sekelilingnya menjadi motivasi tersendiri untuknya.
"Percaya diri saya semakin meningkat. Ini menjadi motivasi saya apalagi kita sebagai tuan rumah," tutur dia.
Ni Made Arianti sukses merebut medali perunggu di nomor lari 400 meter T13 putri Asian Para Games 2018 dengan catatan waktu 1 menit 05,29 detik. Medali emas di nomor ini diraih Sasaki Mana dari Jepang dengan waktu 1 menit 01,48 detik, sementara perunggu didapatkan Mahdavikiya Ozra dengan torehan waktu 1 menit 08,18 detik.
Dengan sumbangan medali perak dari Arianti, sampai Kamis (11/10) pukul 12.00 WIB, Indonesia sudah mengumpulkan total enam medali emas, 10 medali perak dan tujuh medali perunggu di cabang olahraga para-atletik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rusia dan RI masih berdiskusi soal bandar antariksa Biak. Dubes Rusia menegaskan belum ada perjanjian dan membantah isu pangkalan militer.
Komisi XI DPR menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI 2026-2031. Ia membawa visi 3I+1S untuk arah kebijakan bank sentral.
AS belum berencana melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat, tetapi tetap membuka opsi militer jika Iran menyerang lebih dulu.
Praperadilan Febrie Adriansyah ditolak PN Jaksel. Tim hukum segera berdiskusi dengan klien untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Igor Tolic meminta Persib Bandung tampil tanpa celah saat menghadapi Manila Digger pada play-off ACL II, Senin (31/8).
Damkar Gunungkidul mencatat 49 karhutla sepanjang Mei-Agustus 2026. Luas lahan terdampak ditaksir mencapai 49,5 hektare.