FIFA Panen Kritik, Presiden LaLiga: Infantino Harus Mundur
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Djajang Nurdjaman / Persebaya.id
Harianjogja.com, SURABAYA - Duel klub asal Jawa Timur, Persebaya Surabaya melawan Madura United bakal tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis 25 Oktober 2018. Tim tuan rumah punya bekal bagus jelang melakoni laga pekan ke-27 Liga 1 2018 ini.
Kemenangan 4-1 atas Persib Bandung membuat kepercayaan diri Persebaya meningkat. Kini, raihan serupa juga ditargetkan oleh tim berjuluk Bajul Ijo.
Mereka butuh kemenangan atas Madura United untuk meninggalkan ancaman zona degradasi. Meski berada di urutan ke-13 klasemen sementara, tapi persaingan di papan bawah masih sengit.
Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman menganggap lawan Madura United adalah laga sulit. Karena Laskar Sape Kerrab memiliki materi pemain yang bagus.
"Untuk lini tengah Madura United juga kuat. Ada Slamet Nurcahyo dan Zah Rahan di sana. Luar biasa tim ini," kata pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut, dikutip dari laman Liga Indonesia.
Dalam tiga pertemuan terakhir mulai dari turnamen pramusim, Persebaya tidak pernah kalah dari Madura United. Dua kali berakhir imbang, dan satu kemenangan didapat Bajul Ijo.
Gomes rupanya sadar dengan rekam jejak tersebut. Tak ingin terus dikuasai, pelatih asal Brasil itu mempersiapkan tim terbaik yang dimiliki guna memetik kemenangan.
"Kami memang belum pernah menang melawan Persebaya. Sekarang kami harus menang. Ini waktunya kami menunjukkan hasrat dan meraih kemenangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
PSIM Jogja tidak memasang target tinggi di Super League 2026/2027. Manajemen berharap Laskar Mataram mampu menembus 10 besar secara bertahap.
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.
Mercedes menolak menerapkan team order menjelang GP Hungaria 2026 saat Kimi Antonelli memimpin klasemen dan Ferrari mulai memberi tekanan.
LPKA Kelas II Jogja memastikan seluruh anak binaan tetap memperoleh hak pendidikan. Sebanyak tujuh anak juga menerima pengurangan masa pidana.
Kejagung menerbitkan sprindik baru kasus dugaan TPPU dan menjadwalkan pemanggilan ulang Febrie Adriansyah serta NH pada 24 Juli 2026.