13.000 SPPG Terdampak Moratorium, DPR Akan Pertemukan Pengelola dengan BGN
DPR akan mempertemukan pengelola SPPG dengan Kepala BGN Sudaryono pada Senin (5/10) membahas moratorium dapur MBG.
Daud Yordan/Reuters-Tim Chong
Harianjogja.com, JAKARTA – Daud Yordan, petinju nasional pemegang dua gelar sekaligus IBO Intercontinental dan WBA Asia, menargetkan menang dengan KO saat menghadapi petinju tuan rumah Anthony Crolla di Manchester Arena, Inggris, 10 November 2018.
"Saya memang memasang target memukul KO lawan saya, tetapi sampai ronde ke berapa, belum bisa diprediksi. Yang jelas target saya menang KO," kata Daud Yordan pada Kamis (25/10/2018).
Menurut petinju dengan rekor bertarung 38 kali menang (26 KO) dan tiga kali kalah tersebut, dirinya bersama dengan pelatih Pino Bahari sudah mempelajari gaya bertarung lawan melalui rekaman video.
"Dia (Anthony Crolla) seorang bertinju dengan gaya ortodox, artinya sehabis memukul terus lari atau istilahnya jual-beli pukulan," kata petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Batat, kelahiran 10 Juni 1987 itu.
Untuk menghadapi petinju seperti itu, kata dia, dirinya akan menerapkan strategi untuk langsung menekan lawan sejak ronde-ronde awal. "Saya akan langsung menyerang dari awal dan berusaha tidak memberi ruang kepada lawan untuk melancarkan pukulan."
Menyinggung soal latihan yang selama ini dijalani di Bali, dia menjelaskan latihan yang diterapkan sekarang mulai menurun programnya karena pertarungan tinggal 2 pekan lagi.
"Sebelumnya saya melakukan latihan dengan mitra tanding tiga hingga empat petinju, tetapi karena waktunya tinggal 2 pekan, program latihannya mulai menurun. Sekarang tinggal pemantapan strategi," paparnya.
Pertarungan melawan petinju Inggris ini merupakan yang kedua kalinya bagi Daud Yordan. Sebelumnya, Daud Yordan sempat bertemu petinju asal Mongolia yang menetap di Inggris, Choi Tseveenpurev.
Pada pertarungan yang dimainkan di Marina Bay Sands Singapura, 9 November 2012, tersebut, Daud Yordan berhasil mengalahkannya. Saat itu Daud Yordan masih berkecimpung di kelas bulu 57,1 kilogram).
Daud Yordan naik ke kelas ringan (61,2 kilogram) setelah kalah dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka, dalam pertarungan di Jakarta, 14 April 2014.
Sekarang Daud Yordan menempati peringkat kedua penantang kelas ringan (61,2 kilogram) WBA sedangkan calon lawannya menempati peringkat keempat. Crolla memiliki rekor bertarung 33 kali menang (13 di antaranya dengan KO), enam kali kalah, serta tiga kali seri.
Daud Yordan menjalani pertarungan terakhir pada 23 April 2018 saat mengalahkan petinju tuan rumah Pavel Malikov dengan KO pada ronde kedelapan di DIVS Ekaterinburg, Rusia. Sedangkan Crolla menjalani pertarungan terakhir setelah menang atas Edson Ramirez (Meksiko) di Inggris, 31 Maret 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPR akan mempertemukan pengelola SPPG dengan Kepala BGN Sudaryono pada Senin (5/10) membahas moratorium dapur MBG.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 2 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Target PLTS 100 GWp dinilai menunjukkan arah energi bersih Indonesia. Namun, jaringan transmisi dan baterai menjadi tantangan utama.
Kasus kebakaran di Jogja mencapai 62 kejadian hingga Agustus 2026. Baru 20 kampung memiliki hidran dan 11% RT dilengkapi APAR.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan mengungguli Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura.