Prediksi Ganjar Pranowo Terbukti, Jateng Panen Covid-19 Seusai Lebaran
Ganjar mengatakan, bahwa peningkatan kasus Covid-19 sudah diprediksi sebelumnya. Dia pun mengakui saat ini Jateng panen kasus Covid-19.
Susy Susanti (Badmintonindonesia.org)
Harianjogja.com, TORONTO -Di ajang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2018 tim beregu Indonesia menyabet medali perunggu. Tim Indonesia terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan Korea Selatan dengan skor 1-3 di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada, Jumat (9/11/2018) lalu.
Meski tak berhasil melaju ke partai puncak, raihan garuda muda sudah mampu mencapai target awal ke empat besar. Manajer tim Indonesia sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, menilai usaha para atlet sudah maksimal.
“Anak-anak sudah tampil maksimal saat pertandingan. Tapi namanya pemain muda, faktor tekanan ada juga. Sebenarnya memang kami berharap ganda putra, tunggal putra dan ganda campuran. Sementara ganda putri dan tunggal putri itu fifty-fifty. Tapi pas ganda putra main pertama, agak sedikit meleset di situ. Dimana faktor ketegangan begitu terasa," kata Susy.
"Mereka pemain muda dan ini pengalaman pertama juga untuk dapat tanggung jawab sebesar ini. Secara keseluruhan enggak jelek, tapi masih bisa ditingkatkan untuk lebih maksimal lagi,” sambung Susy seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org.
Poin pertama gagal diamankan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Pasangan ini kalah dari Tae Yang Shin/Wang Chan dengan skor 18-21, 21-16 dan 17-21. Di partai kedua, Indonesia kembali gagal meraih poin setelah Putri Kusuma Wardani dikalahkan Park Ga Eun dengan skor 18-21 dan 18-21.
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay sempat memberikan harapan bagi Indonesia. Dia mampu mengalahkan Jeong Min U dengan skor 21-7 dan 21-14. Namun, perjuangan Indonesia akhirnya terhenti setelah Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma dibekuk Jang Eun Seo/Lee Jung Hyun, dengan skor 19-21 dan 17-21.
“Faktor lain memang ada kendala non teknis juga. Saya sempat protes juga saat Putri dikasih kartu merah. Itu kan enggak bagus, apalagi pemain junior. Masa hanya mengelap keringat dikasih kartu merah. Walaupun pada akhirnya itu tidak bisa dijadikan alasan juga. Intinya para atlet sudah berjuang, inilah hasil kami dan memang Korea hari ini bermain lebih bagus,” tandas Susy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : jibi/solopos
Ganjar mengatakan, bahwa peningkatan kasus Covid-19 sudah diprediksi sebelumnya. Dia pun mengakui saat ini Jateng panen kasus Covid-19.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.