Jadwal Bus DAMRI Jogja-YIA, 31 Juli 2026
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari salah satu pembalap legendaris MotoGP, Jorge Lorenzo, mengenai sosok Marc Marquez yang selama ini dikenal sebagai penguasa tikungan kiri. Lorenzo dengan jujur mengakui bahwa teknik menikung ala The Baby Alien hampir mustahil untuk ditiru, bahkan oleh pembalap sekelas dirinya sekalipun.
Pengakuan ini tentu membuat para penggemar balap motor di Tanah Air ikut penasaran. Apa sebenarnya yang membuat Marquez begitu istimewa di tikungan-tikungan yang mengharuskan pembalap berbelok ke arah kiri? Lorenzo, yang pernah menjadi rekan setim Marquez di Repsol Honda pada tahun 2019, mencoba mengungkap rahasia di balik kehebatan pembalap asal Spanyol tersebut.
Marc Marquez memang dikenal sebagai raja di sirkuit-sirkuit yang melaju berlawanan dengan arah jarum jam. Di trek seperti Sachsenring di Jerman dan Circuit of the Americas di Amerika Serikat, tikungan ke kiri jauh lebih dominan dibandingkan tikungan ke kanan. Dari total 76 kemenangan yang telah diraih Marquez di MotoGP sejak memulai debutnya pada tahun 2013, hampir separuhnya ia raih di sirkuit-sirkuit dengan karakteristik tersebut. Rekor sempurna Marquez di Sachsenring dan dominasinya di CoTA menjadi bukti nyata bahwa ia adalah pembalap yang sangat istimewa di trek jenis ini.
Pengakuan Jorge Lorenzo yang Menarik Perhatian Publik
Jorge Lorenzo, yang dikenal sebagai pembalap dengan gaya berkendara yang sangat presisi dan mulus, mengaku sempat berusaha meniru teknik Marquez saat mereka menjadi satu tim. Namun, usahanya tersebut tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Lorenzo mengungkapkan bahwa dirinya bahkan pernah mencoba meniru gaya Marquez dengan menggunakan motor yang sama, tetapi kondisi fisik yang tidak prima dan perbedaan karakter motor menjadi kendala besar.
"Di tikungan-tikungan ke arah kiri, dia melakukan hal-hal yang coba saya tiru. Benar saya mencoba menirunya dengan motor yang saya tidak sukai, dan saya tidak pernah bugar 100 persen, " aku Lorenzo dalam wawancara yang dikutip dari Motosan, Jumat (31/7).
Lebih lanjut, juara dunia MotoGP sebanyak tiga kali itu mengungkapkan bahwa cedera yang ia alami saat itu semakin memperburuk kondisinya. "Saya mengalami cedera di tulang scaphoid, lalu di tulang iga, dan saya tidak pernah sekuat di Ducati dan Yamaha, " imbuh pria berusia 39 tahun tersebut.
Apa yang Membuat Teknik Marquez Begitu Sulit Ditiru?
Lorenzo kemudian membeberkan detail teknik menikung ke kiri ala Marquez yang dinilainya mustahil untuk ditiru dalam waktu singkat. Ia menjelaskan bahwa Marquez memiliki gaya pengereman dan manajemen ban yang sangat khas, di mana ia cenderung menggunakan rem depan dengan porsi yang sedikit dan membiarkan ban belakang bergeser atau sliding saat melewati tikungan.
"Benar saya coba meniru caranya dengan menggunakan rem depan atau menghentikan motor dengan pengereman yang sedikit dan menggeser ban seperti itu di tikungan-tikungan ke arah kiri, " urai Lorenzo menjelaskan.
Namun, gaya mengerem dan sliding yang menjadi ciri khas Marquez ini tidak mudah ditiru karena membutuhkan feeling dan keberanian yang luar biasa. Lorenzo mengakui bahwa baginya, setidaknya dalam jangka pendek, mustahil untuk meniru skill tersebut. "Dan, buat saya, itu mustahil, setidaknya dalam jangka pendek, untuk meniru skill tersebut, " tutup Lorenzo.
Dampak Kemampuan Marquez bagi Dunia Balap dan Penggemar
Bagi para penggemar MotoGP di Indonesia, pengakuan Lorenzo ini semakin menegaskan betapa istimewanya Marquez di atas lintasan. Kemampuan luar biasanya dalam menaklukkan tikungan kiri tidak hanya membawanya meraih banyak kemenangan, tetapi juga menciptakan tontonan yang spektakuler bagi jutaan penonton di seluruh dunia.
Dengan hanya 216 start sejak tahun 2013, Marquez telah mengoleksi tujuh gelar juara dunia. Angka ini membuktikan bahwa julukan "Bayi Alien" yang disandangnya sangatlah pantas, karena ia mampu melakukan hal-hal yang dianggap mustahil oleh pembalap lain, termasuk Jorge Lorenzo sekalipun. Kemampuan Marquez menjadi tolok ukur baru dalam dunia balap motor, di mana teknik dan keberanian berpadu menjadi sebuah seni yang sulit ditiru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal Indonesia vs Thailand di SEA V Cup Putri 2026 berlangsung Jumat 31 Juli pukul 16.00 WIB. Berikut jadwal lengkap leg pertama di Hanoi.
Mulai 1 Agustus 2026 berlaku aturan baru, mulai pungutan pajak pedagang marketplace hingga kenaikan tarif layanan hukum dan pendaftaran merek.
Petenis Indonesia Janice Tjen tersingkir di 16 besar WTA 500 DC Open setelah kalah sengit dari Anna Kalinskaya dalam 3 set. Simak detail pertandingan dramatisny
Penggunaan QRIS di DIY tumbuh 17,5 persen hingga Juni 2026. Mayoritas merchant berasal dari usaha mikro dengan konsentrasi terbesar di Sleman.
Kenali 4 pembalap MotoGP 2026 yang belum pernah menang balapan, termasuk Pedro Acosta dan Toprak Razgatlioglu. Siapa yang akan segera memecahkan rekor?