Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Daud Yordan/Antara-Jessica Helena Wuysang
Harianjogja.com, JAKARTA – Daud Yordan, petinju nasional pemegang gelar WBO Intercontinental kelas ringan (61,2 kilogram) tetap semangat untuk bertinju setelah dikalahkan petinju Inggris Anthony Crolla, beberapa waktu lalu.
"Masih dong, karier saya di dunia tinju masih lama," kata Daud Yordan ketika dihubungi Antara.
Daud Yordan akhirnya harus mengakui keunggulan Anthony Crolla pada pertarungan bertajuk Eliminator for WBA Super World Lightwight Championship di Manchaster Arena, Inggris, pada Minggu (11/11/2018) dini hari WIB.
"Justru kekalahan tersebut menjadikan semangat saya berlipat-lipat," ungkapnya.
Petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat, tersebut, kalah angka dari petinju Inggris (112-116). Dengan kekalahan ini, rekor bertarung Daud Yordan menjadi 33 kali menang (26 di antaranya dengan KO) dan empat kali kalah.
Sebelum bertarung melawan Crolla, Daud Yordan mengalahkan petinju tuan rumah Pavel Malikov dengan KO pada ronde kedelapan pada pertarungan di DIVS Ekaterinburg, Rusia, 23 April 2018.
Daud Yordan memulai karier tinju dengan menekuni kelas bulu (57,1 kilogram). Dia sempat merebut gelar juara dunia versi IBO setelah menang KO atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012.
Dia sempat mempertahankan gelar dengan mengalahkan petinju Mongolia Choi Tseveenpurev juga di Singapura pada 9 September 2012, tetapi akhirnya melepas gelar setelah kalah dari petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Jakarta pada 14 April 2013.
Setelah itu, Daud Yordan memutuskan untuk naik dua kelas dari bulu (57,1 kilogram) ke kelas ringan (61,2 kilogram). Pada saat itu Daud Yordan sempat mengalahkan beberapa petinju seperti Daniel Eduardo Brizuela (Argentina) di Australia pada 6 Juli 2013.
Kemudian mengalahkan Sipho Taliwe (Afrika Selatan) di Australia, 6 Desember 2013, mengalahkan Ronald Pontillas (Filipina) di Pontianak, 20 Desember 2014, menang atas Maxwell Awuku (Ghana) di Surabaya pada 6 Juni 2015.
Pada 5 Februari 2016 di Jakarta, Daud Yordan mengalahkan petinju Jepang Yoshitaka Kato dan pada 4 Juni 2016 mengalahkan petinju Argentina Cristian Rafael Coria di Uruguay. Sedangkan pertarungan terakhir Daud Yordan yaitu saat mengalahkan petinju Thailand Campee Phayom di Singapura, 25 Maret 2017.
Empat kali kekalahan yang diderita Daud Yordan selain dari Crolla dan Vetyeka, juga dari seniornya, Chris John, di Jakarta pada 17 April 2011, dan Celestino Caballero (Panama) di Amerika Serikat, 10 April 2010.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.