Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Hampir Rampung
Donald Trump menyebut kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran hampir selesai, termasuk pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan sanksi.
Daud Yordan/Antara-Jessica Helena Wuysang
Harianjogja.com, JAKARTA – Daud Yordan, petinju nasional pemegang gelar WBO Intercontinental kelas ringan (61,2 kilogram) tetap semangat untuk bertinju setelah dikalahkan petinju Inggris Anthony Crolla, beberapa waktu lalu.
"Masih dong, karier saya di dunia tinju masih lama," kata Daud Yordan ketika dihubungi Antara.
Daud Yordan akhirnya harus mengakui keunggulan Anthony Crolla pada pertarungan bertajuk Eliminator for WBA Super World Lightwight Championship di Manchaster Arena, Inggris, pada Minggu (11/11/2018) dini hari WIB.
"Justru kekalahan tersebut menjadikan semangat saya berlipat-lipat," ungkapnya.
Petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat, tersebut, kalah angka dari petinju Inggris (112-116). Dengan kekalahan ini, rekor bertarung Daud Yordan menjadi 33 kali menang (26 di antaranya dengan KO) dan empat kali kalah.
Sebelum bertarung melawan Crolla, Daud Yordan mengalahkan petinju tuan rumah Pavel Malikov dengan KO pada ronde kedelapan pada pertarungan di DIVS Ekaterinburg, Rusia, 23 April 2018.
Daud Yordan memulai karier tinju dengan menekuni kelas bulu (57,1 kilogram). Dia sempat merebut gelar juara dunia versi IBO setelah menang KO atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012.
Dia sempat mempertahankan gelar dengan mengalahkan petinju Mongolia Choi Tseveenpurev juga di Singapura pada 9 September 2012, tetapi akhirnya melepas gelar setelah kalah dari petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Jakarta pada 14 April 2013.
Setelah itu, Daud Yordan memutuskan untuk naik dua kelas dari bulu (57,1 kilogram) ke kelas ringan (61,2 kilogram). Pada saat itu Daud Yordan sempat mengalahkan beberapa petinju seperti Daniel Eduardo Brizuela (Argentina) di Australia pada 6 Juli 2013.
Kemudian mengalahkan Sipho Taliwe (Afrika Selatan) di Australia, 6 Desember 2013, mengalahkan Ronald Pontillas (Filipina) di Pontianak, 20 Desember 2014, menang atas Maxwell Awuku (Ghana) di Surabaya pada 6 Juni 2015.
Pada 5 Februari 2016 di Jakarta, Daud Yordan mengalahkan petinju Jepang Yoshitaka Kato dan pada 4 Juni 2016 mengalahkan petinju Argentina Cristian Rafael Coria di Uruguay. Sedangkan pertarungan terakhir Daud Yordan yaitu saat mengalahkan petinju Thailand Campee Phayom di Singapura, 25 Maret 2017.
Empat kali kekalahan yang diderita Daud Yordan selain dari Crolla dan Vetyeka, juga dari seniornya, Chris John, di Jakarta pada 17 April 2011, dan Celestino Caballero (Panama) di Amerika Serikat, 10 April 2010.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Donald Trump menyebut kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran hampir selesai, termasuk pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan sanksi.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.