Lazio Tanpa Kompetisi Eropa, Era Lotito Pecah Rekor Buruk
Lazio dipastikan absen dari kompetisi Eropa dua musim beruntun usai kalah dari Inter Milan di final Coppa Italia 2025-2026.
Dwi Irianto alias Mbah Putih/Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Keluarga Dwi Irianto alias Mbah Putih belum mengetahui status hukum yang dijatuhkan kepada tokoh sepak bola di Kota Jogja tersebut.
Bremandika Candra Pramdita, putra Mbah Putih, mengatakan tidak ada penjelasan dari polisi mengenai status ayahnya, apalah sebagai tersangka atau saksi. Bremandika menyatakan sampai saat ini dirinya belum berpikir ihwal pendampingan hukum untuk ayahnya.
“Kami lihat perkembangan nantinya. Sebab, kami belum tahu status Papa. Jika dibilang syok, jelas. Tetapi kami serahkan semuanya ke pihak kepolisian,” kata Bremandika.
Mbah Putih ditangkap Jumat (28/12/2018) pagi. Sehari sebelumnya sekitar pukul 16.00 WIB, dia sempat berbincang dengan awak media dan mengomentari penangkapan Johar Ling Eng. Mbah Putih menyangkal terlibat dalam pengaturan skor.
Saat berbincang dengan wartawan, sekitar pukul 18.00 WIB dia sempat menerima telepon dan berjanji akan bertemu pada pukul 20.30 WIB. Dalam perbincangan di telepon, Mbah Putih menyebut kata-kata kombes. Kepada wartawan, dia mengaku ada janji pertemuan malam itu, berkaitan dengan kasus yang membelit Johar Lin Eng.
Jumat sekitar pukul 08.00 WIB, Mbah Putih bertemu dengan aparat kepolisian di New Saphir Hotel. Dia kemudian diantar sepuluh polisi ke rumahnya di Demangan, Gondokusuman, Kota Jogja.
“Mereka datang baik-baik, sopan. Papa juga diperlakukan dengan baik, tidak ada sampai diborgol. Di depan kami mereka juga tunjukkan surat penangkapan ada beberapa lembar, dan mereka menjelaskan Papa ditangkap sebagai lanjutan penyelidikan laporan di Mata Najwa,” ungkap Bremandika.
Polisi kemudian mengambil sejumlah dokumen dan membawa Mbah Putih ke Polsek Gondokusuman sebelum ke Jakarta
“Papa tunjukkan di mana berkas disimpan, baru mereka ambil. Lebih banyak berkas terkait dengan ketugasan Papa di Komdis,” ucap Bremandika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lazio dipastikan absen dari kompetisi Eropa dua musim beruntun usai kalah dari Inter Milan di final Coppa Italia 2025-2026.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa