Masalah di Supercoppa Italiana: HAM sampai Pembatasan Tiket

Hanifah Kusumastuti
Hanifah Kusumastuti Rabu, 16 Januari 2019 16:51 WIB
Masalah di Supercoppa Italiana: HAM sampai Pembatasan Tiket

Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso/Reuters-Daniele Mascolo

Harianjogja.com, JOGJA—Pemain Juventus dan AC Milan menginjakkan kaki di Jeddah, Arab Saudi, sejak akhir pekan lalu. Dua klub raksasa Italia menemui penggemar, berfoto bersama, dan mencicipi kebudayaan setempat sebelum bertarung di Supercoppa Italiana.

Beberapa pemain mencoba mengenakan pakaian tradisonal negara Timur Tengah ini. Penyerang Milan, Patrick Cutrone, misalnya. Dia mengenakan keffiyeh (kain untuk menutup kepala) di sela-sela kunjungan ke Jeddah. Meski terlihat cukup enjoy setelah melakoni perjalanan ribuan kilometer dari Italia ke Arab Saudi, para pemain Juve maupun Milan sangat paham kunjungan mereka ke Jeddah bukan untuk rekreasi.

Pertarungan Supercoppa Italiana antara Juve versus Milan di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Kamis (17/1/2019) pukul 00.30 WIB (disiarkan langsung TVRI), diprediksi berlangsung intens. Juve yang menyandang juara Serie A dan Coppa Italia musim lalu tentu tak mau kehilangan muka di hadapan Milan. Sementara Milan yang kalah telak 0-4 dari Juve pada final Coppa Italia musim lalu berambisi melakukan penebusan atas rival mereka asal Turin tersebut.

Ini merupakan Supercoppa Italiana edisi ke-10 yang digelar di luar Italia, sekaligus pertama di Arab Saudi. Sebelumnya, turnamen yang mempertemukan juara Serie A dan Coppa Italia beberapa kali digeber di luar Italia, antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan Qatar.

Supercoppa Italiana di Arab Saudi ini dibayangi isu hak asasi manusia (HAM) hingga masalah pembatasan tiket penonton bagi fans perempuan. Organisasi HAM, Amnesty International, mendesak kedua klub untuk menghindari laga di Arab Saudi menyusul kematian wartawan Jamal Khashoggi di kedutaan besar Arab Saudi, di Istanbul, Turki, tahun lalu.

Masalah tiket penonton juga mendapatkan protes karena fans laki-laki dan perempuan tidak bisa duduk berdampingan kecuali mereka harus memesan tiket khusus area “keluarga” di stadion yang berkapasitas 60.000 penonton itu. Masalah pembatasan tiket ini bahkan mendapat kritik keras dari Wakil Perdana Menteri Italia sekaligus fans Milan, Matteo Salvini.

Namun, laga Supercoppa Italiana di King Abdullah Sports City Stadium sepertinya akan terus berlanjut. Presiden Seri-A, Gaetano Micciche, membela keputusannya untuk memainkan duel ini di Arab Saudi. “Sampai tahun lalu, perempuan [di Arab Saudi] tidak bisa menghadiri langsung segala bentuk event olahraga. Kami harus memastikan di laga nanti perempuan bisa mengakses semua kursi di stadion,” jelas Micciche, seperti dilansir afp.com, Selasa (15/1/2019).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online