Ingin Jadi Ketua Umum PSSI, Cak Imin Pamer Buku Sepak Bola

Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening Rabu, 23 Januari 2019 20:10 WIB
Ingin Jadi Ketua Umum PSSI, Cak Imin Pamer Buku Sepak Bola

Muhaimin Iskandar/Antara-Budi Candra Setya

Harianjogja.com, JOGJA - Muhaimin Iskandar berniat mengisi kabatan Ketua Umum PSSI yang lowong setelah ditinggal Edy Rahmayadi.

Muhaimin mengungkapkan niattersebut di akun Twitter A Muhaimin Iskandar @cakiminNOW, Rabu (23/1/2019), "Saya siap memimpin PSSI, biar beres, biar berprestasi, masuk gelanggang dunia."

Cak Imin, panggilan karib Muhaimin, juga membagikan foto buku karangannya berjudul Spiritualitas Sepak Bola.

Saat ini posisi ketua umum PSSI dijabat sementara oleh Joko Driyono. Joko melanjutkan tanggung jawab dan tugas Edy Rahmayadi, yang menyatakan dari jabatan Ketua Umum saat Kongres PSSI 2019 di Bali.

Sesuai statuta PSSI, pasal 39 ayat 6 ; apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, wakil ketua umum dengan usia tertua akan menggantikannya. Dalam kongres itu, seusai pidato, Edy menyerahkan tongkat estafet ke Joko Driyono.

“Kamisemua menghormati keputusan Pak Edy yang mengundurkan diri. Kami juga mengapresiasi peran dan sumbangsih Pak Edy untuk sepak bola Indonesia dalam dua tahun terakhir,” kata Joko dalam pidato pada penutupan Kongres.

Joko menambahkan, tantangan PSSI ke depan sangat berat. Karena itu dibutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat dan solid baik internal PSSI maupun stakeholder lainnya.

Joko Driyono mengungkapkan fokus pada dua hal setelah resmi menjadi PLT ketua umum. Pertama, fokus pada program yang disetujui kongres, termasuk hal paling kontekstual adalah penguatan Komite Adhoc Integrity. Kedua, PSSI akan fokus pada penampilan tim nasional. Beberapa waktu ke depan, akan ada sejumlah event internasional untuk level U -16, U-19, U-22, kualifikasi AFF dan SEA Games.

Edy Rahmayadi mundur karena maraknya pengaturan skor yang terjadi belakangan ini. Edy Rahmayadi menganggap match fixing mencederai PSSI di bawah kepemimpinannya. Ia berharap setelah dirinya mundur PSSI bisa lebih baik lagi.

“Dilarang mengatur skor, malah terjadi pengaturan skor. Ada perkelahian di mana-mana juga,” kata Edy Rahmayadi dalam pidato Kongres Tahunan PSSI di Bali sebagaimana dikutip suara.com, jaringan harianjogja.com.

Edy Rahmayadi juga mengakui jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara membuatnya tidak fokus memajukan sepak bola Indonesia. Ia membantah ada intervensi terkait keputusannya tersebut.

“Harusnya bisa jadi lebih baik. Waktu saya ini yang mungkin jadi terbatas. Saya tegaskan tidak ada tekanan. Ini olahraga, ini adalah keputusan yang paling baik untuk bangsa kita,” tegas mantan Pangkostrad TNI itu.

Sejatinya jabatan Edy Rahmayadi baru akan habis pada 2020. Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada 2016 lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online