MAFIA BOLA: Vigit Sebut Persija Jakarta dan PSS Sleman Juara karena Di-Setting

Newswire
Newswire Kamis, 24 Januari 2019 19:55 WIB
MAFIA BOLA: Vigit Sebut Persija Jakarta dan PSS Sleman Juara karena Di-Setting

Para pemain PSS Sleman merayakan gelar juara Liga 2 2018 di Stadion Pakansari, Bogor. / Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, SURABAYA - Vigit Waluyo buka suara terkait kasus yang membelitnya dalam skandal mafia sepakbola liga dua. Vigit selaku pengelola PS Mojokerto Putra (MP) juga menyebut kembali bahwa juara liga bisa di-setting.

Meski tidak menyebutkan secara detail, Vigit menyebut bahwa juara liga bisa di-setting sejak awal dan semua kunci ada di kubu PSSI yang menjalankan kompetisi.

"Artinya di dalam ini mereka [PSSI] yang lebih paham tentang awal penjadwalan sampai eksekusi tim yang nantinya juara. Karena dalam penjadwalan itu tampak sekali bahwa siapa yang bertanding di awal dan bertanding sampai pada penutupan terakhir. Hal ini biasanya mereka yang digadang untuk prestasi yang baik," kata Vigit.

Namun, saat ditanya terkait nama-nama juara yang diketahui sejak awal pertandingan, Vigit mengaku tidak memahami adanya permainan ini.

"Saya kira itu, saya tidak paham tentang detail dan uangnya berapa yang dikeluarkan untuk bisa juara," ungkapnya dia sebagaimana dikutip suara.com, jaringan harianjogja.com.

Sementara, mengenai juara Liga 1 Persija Jakarta dan Liga 2 PSS Sleman, Vigit menilai itu sudah di-setting, karena sesuai dengan perhitungan yang biasa dia lakukan di tim lain.

"Ya bisa jadi mereka juara itu sudah di-setting karena sesuai dengan yang saya sebutkan, siapa yang main di awal dan di akhir,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan pengelola PS Mokojokerto Putra (MP) ini mengaku setor uang kepada anggota Komite Wasit Nasrul Koto. Uang tersebut digunakan untuk menjamin agar timnya tidak dikerjai oleh wasit.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara.com

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online