AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
PSS vs Kalteng Putra / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JAKARTA - Komite disiplin akan bersinergi dengan Komite Adhoc dan Satuan Tugas Anti Mafia Bola Polri untuk menuntaskan persoalan pengaturan hasil pertandingan ataupun manipulasi pertandingan. Komdis PSSI terus mendalami sejumlah kasus dengan memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan.
"Setelah Satgas Polri turun tangan, kini Komite Adhoc siap bekerja. Tentu ini akan menguatkan penegakan hukum dengan sinergi yang baik," kata Wakil Ketua Komite Disiplin, Umar Husein, dikutip dari laman resmi PSSI, Jumat (1/2/2019).
Dikatakan, Komdis saat ini sedang mendalami beberapa kasus. Pada Kamis (31/1/2019) malam, di kantor FX Officer Tower, Jakarta, Komdis melakukan pemanggilan kepada Kalteng Putra dan PSS Sleman.
Komdis memanggil perwakilan Kalteng Putra karena ingin mendengar keterangan terkait insiden, isu pengaturan skor yang terjadi pada pertandingan Kalteng Putra dan Liga 2 pada tahun 2018. Perwakilan Kalteng Putra yang hadir di antaranya manajer Rahmad Nasution, mantan pemain Taufi Kasrun dan Fery Aman Saragih. Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komdis, Asep Edwin.
"Terkait pemanggilan Kalteng Putra tadi kami sudah mendapatkan keterangan. Kami masih mendalami karena belum ada bukti apa-apa. Dua pemain tersebut faktanya sudah tidak di Kalteng Putra. Dari hasil pemeriksaan dua pemain ini diberhentikan tapi tidak ada urusannya dengan pengaturan skor," tambahnya.
Pembentukan Komite Adhoc Integritas adalah bagian dari upaya PSSI untuk memerangi segala macam match-fixing atau pengaturan skor. Komite tersebut merupakan awalan sebelum dibentuknya Departemen Integritas PSSI. Komite Adhoc ini akan bekerja selama setahun, karena Departemen Integritas ditargetkan bisa terbentuk pada 2020. Apalagi FIFA memang sudah mengarahkan kepada para anggota mereka untuk membentuk Departemen Integritas sejak 2017 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Angka pernikahan di Kulonprogo terus menurun. Kemenag menyebut kesiapan dan penurunan jumlah penduduk menjadi sejumlah faktornya.
The Temple of Champions digelar di Candi Prambanan pada 7 November 2026, menghadirkan pertandingan tinju perebutan sabuk WBC Asia.
Irjen Imipas Rudi Setiawan mengungkap dugaan penyalahgunaan wewenang di Lapas Kelas IIA Cibinong yang masih didalami.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.