Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun (kiri) didampingi Chris John dalam Gelaran Tinju profesional Sabuk Emas Bupati Sleman III yang berlangsung di Atrium Rama, Sleman City Hall, Sabtu (2/2)./Harian Jogja-Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Legenda tinju Tanah Air, Chris John, mengapresiasi Gelaran Tinju Profesional Sabuk Emas Bupati Sleman III di Atrium Rama, Sleman City Hall, Sleman, Sabtu (2/2).
Mantan juara dunia tinju kelas bulu WBA tersebut mengatakan penyelenggaraan tinju profesional Sabuk Emas Bupati Sleman III sangat menarik. Penonton juga tampak antusias menyaksikan pertandingan. “Biasanya pertandingan tinju diselenggarakan di gedung olah raga maupun ruang terbuka. Namun kali ini diselenggarakan di mal. Ini merupakan hal yangg cukup luar biasa. Pertandingan di mal menurut saya oke, karena terobosan baru yang saya pikir sangat menarik,” ujar Chris John.
Manten atlet yang sekarang menjadi politikus Partai Nasdem itu mengatakan dengan kejuaraan tinju di mal bisa memberikan masyarakakat hiburan sekaligus meningkatkan minat khalayak terhadap tinju. “Di dalam mall, masyarakat bisa nonton tinju, sambil makan, santai dan banyak keuntungan lainnya,” kata pria yang dijuluki The Dragon ini.
Chris John juga memuji sasana tinju yang mampu bertahan meski tidak ada kejuaraan reguler.
“Sleman ada sasana meskipun tidak cukup banyak. Tapi sudah cukup bagus bisa bertahan dengan kondisi saat ini. Petinju-petinju Indonesia jarang naik ring karena tidak ada event reguler. Mudah-mudahan ke depan para petinju di Sleman tetap semangat terus belajar dan berlatih lebih baik lagi untuk meraih prestasi.”
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengharapkan turnamen tinju seperti yang dihelat di Sleman City Hall dapat diselenggarakan secara rutin untuk memunculkan atlet-atlet baru di dunia tinju. Di mata Muslimatun, Chris John adalah inspirasi atlet tinju lainnya di Indonesia.
“Semoga melalui event ini dapat memunculkan petinju Sleman yang nantinya dapat mendunia seperti Chris John” tutur Muslimatun.
Dalam kejuaraan ini, partai utama kelas ringan (61,4kg) yang mempertemukan Alpius Matufani dan Arif Bleder berlangsung sengit. Meskipun jual beli pukulan terus terjadi, kedua petinju memperoleh hasil draw. Selain partai utama di kelas ringan tersebut, juga digelar empat partai profesional lainnya seperti di kelas bantam junior (52,2 kg), kelas menengah (75,5 kg) dan kelas bulu junior (55,3).
Sabuk Emas Bupati Sleman III juga mementaskan delapan pertandingan amatir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.