Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Sergio Aguero/Reuters-Lee Smith
Harianjogja.com, JOGJA—Rumor tak sedap menimpa Manchester City. Josep “Pep” Guardiola disebut-sebut kurang harmonis dengan bomber Sergio Aguero. Bahkan, seperti dilansir manchestereveningnews.co.uk, Selasa (5/2/2019), Gurdiola dan Aguero tidak pernah saling bertatap mata.
Guardiola beberapa kali diberitakan memiliki hubungan buruk dengan anak buahnya. Ketika di Barcelona, pelatih yang mengoleksi dua gelar Liga Champions ini disebut-sebut tidak akur dengan Zlatan Ibrahimovic.
Rumor keretakan hubungan Pep dan Aguero mulai mencuat sejak City dihajar Barcelona di Camp Nou pada fase grup Liga Champions 2016/2018, atau hanya sekitar tiga bulan Pep menangani Manchester Biru.
Saat itu, Aguero memulai pertandingan dari bangku cadangan. Guardiola lebih memilih menempatkan Kevin de Bruyne sebagai false nine. Aguero baru dimasukkan ke lapangan menggantikan Ilkay Gundogan saat City tertinggal 0-3 pada menit ke-79. Setelah peluit akhir dibunyikan, Aguero tampak berbicara kepada bintang Barca, Lionel Messi, yang juga sahabatnya di Timnas Argentina.
Banyak spekulasi yang mengemuka dari diskusi singkat dua bintang sepak bola dunia itu. Namun, gerak bibir mereka tak bisa dibaca karena Aguero dan Messi sama-sama meletakkan tangan di depan mulut masing-masing saat bicara. Spekulasi menyebut, Aguero dan Messi sama-sama membahas alasan bomber City tidak dimainkan sebagai starter dalam laga itu.
Tapi permusuhan Aguero dengan Guardiola tidak sampai merusak ambisi City menambah koleksi trofi. Aguero tetaplah menjadi senjata pembunuh bagi Guardiola. Musim lalu, penyerang yang akrab disapa Kun ini menyokong 21 gol untuk membawa City juara di Liga Premier.
Musim ini, Guardiola pun tak bisa mengabaikan Aguero begitu saja. Meski beberapa kali memilih Gabriel Jesus sebagai starter, Aguero membuktikan dirinya sebagai bomber paling berbahaya milik The Citizens. Akhir pekan lalu, dia mencetak hattrick ke gawang Arsenal. Eks bomber Atletico Madrid ini hanya perlu satu hattrick lagi untuk menyamai Alan Shearer sebagai raja hattrick dalam sejarah Liga Premier, yakni sebanyak 11 kali.
“Dia terlahir dengan talenta itu, dia juga akan mati dengan talenta itu,” ujar Guardiola memuji Aguero setinggi langit setelah anak buahnya merobek gawang Arsenal tiga kali.
Aguero bakal kembali menjadi andalan Guardiola ketika melawat ke markas Everton, di Goodison Park, Liverpool, Kamis (7/2) pukul 02.45 WIB. The Citizens bakal mengudeta Liverpool dari puncak klasemen sementara jika menang pada laga tersebut.
Aguero sedang on fire. Dia tak pernah absen mencatatkan namanya di papan skor dalam empat penampilan terbarunya dengan The Citizens di semua kompetisi. Dalam periode itu, striker berusia 30 tahun ini mendulang enam gol hanya dari delapan tembakan on target dan cuma bermain 249 menit dari total 360 menit pertandingan. Benar-benar striker yang efektif memanfaatkan peluang.
Sementara Pelatih Everton, Marco Silva, tidak banyak memiliki striker maut. Paling-paling, dia akan mengandalkan Theo Walcott yang pernah mencetak lima gol ke gawang City dalam kariernya di Liga Premier.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Borneo FC hancurkan Malut United 7-1 di laga terakhir Liga 1 2026, namun Persib tetap juara karena unggul head to head.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.