Studi Global Ungkap Lonjakan Gangguan Mental pada Remaja
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Nerius Alom / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - PSS Sleman harus melupakan kegagalannya melaju ke babak 8 besar Piala Indonesia usai hasil imbang tanpa gol dari Borneo FC pada leg kedua babak 16 besar, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (20/2/2019) malam.
Sebab, ada even terdekat yang tidak kalah penting yakni Piala Presiden 2019. Di mana, PSS Sleman akan menjadi tuan rumah Grup D dan kembali bertemu dengan Borneo FC. Selain Pesut Etam, digelaran Piala Presiden 2019, PSS juga akan berjumpa Madura United dan Persija Jakarta.
Menganggapi adanya gelaran Piala Presiden 2019, salah satu pemain PSS Sleman Nerius Alom mengaku optimistis timnya akan lolos ke fase selanjutnya. Sebab, selain sempat bertemu dengan Borneo FC baik di leg pertama dan leg kedua di Piala Indonesia, PSS akan bermain di hadapan publik sendiri.
"Kami optimistis bisa lolos ke fase selanjutnya. Apalagi kami sebagai tuan rumah. Mengenai kekuatan Borneo, kami sudah tahu karena dua kali berjumpa dengan mereka. Hanya saja kami belum ada pemain asing. Ke depan menghadapi Piala Presiden kami harus lebih menjaga kekompakan," katanya.
Nerius Alom sendiri mengaku tidak ada masalah dengan adaptasi dengan para pemain PSS lainnya. Ia mengaku sudah bisa menyatu dengan para pemain lainnya. "Ke depan kami harus lebih kompak," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.