Pertandingan Bola Akan Langsung Dihentikan Ketika Terjadi Pelecehan Rasial

Newswire
Newswire Rabu, 03 April 2019 23:47 WIB
Pertandingan Bola Akan Langsung Dihentikan Ketika Terjadi Pelecehan Rasial

Presiden Aleksander Ceferin/Reuters-Alkis Konstantinidis

Harianjogja.com, JOGJA – Presiden UEFA Aleksander Ceferin telah meminta wasit agar lebih berani dan menghentikan pertandingan jika terjadi pelecehan rasial oleh penonton.

Penyerang sayap Chelsea dan Timnas Inggris Callum Hudson-Odoi, 18 , menjadi sasaran pelecehan rasial saat bertanding ke markas Dynamo Kiev dan Montenegro bulan lalu. Penyerang Manchester City dan juga Timnas Inggris Rahim Sterling juga mengalami hal yang sama dari pendukung Chelsea di pertandingan Liga Premier Inggris di Stamford Bridge, Desember lalu.

Terbaru, penyerang Juventus Moise Kean dan gelandang Juventus Blaise Matuidi juga menjadi sasaran rasisme saat menghadapi Cagliari, Rabu (3/4/2019) dini hari WIB.

"Saat itu juga pertandingan dihentikan, atau tidak dimainkan. Saya kira 90 persen orang normal di stadion ingin menghajar penonton bodoh tersebut. Ini 2019, bukan 100 tahun lalu, " kata Ceferin seperti dikutip bbc.com.

Sebuah kajian yang dirilis pada November lalu mengungkapkan separuh dari penonton sepak bola di Inggris menyaksikan pelecehan rasial saat mereka berada di stadion.

Sterling sudah menyampaikan keluhan akibat perlakuan tidak terpuji itu meminta pihak berwenang mengambil tindakan dan membasmi aksi pelecehan rasial.

Bos Chelsea Maurizio Sarri, Jurgen Klopp (Liverpool), dan Mauricio Pochettino (Tottenham) adalah pelatih yang sudah menyampaikan kesiapan untuk menarik pemain dari lapangan untuk merespons teriakan pelecehan oleh penonton.

"Kami akan berbicara kepada wasit kembali dan meminta mereka agar yakin, tidak takut bertindak, " kata Ceferin.

"Ini masalah serius. Tidak hanya di negara Balkan, tapi juga di seluruh Eropa timur. Di sana tidak banyak imigran karena semua ingin ke Eropa barat karena alasan ekonomi, pekerjaan, dan kehidupan yang lebih baik," tuturnya.

Ceferin menegaskan UEFA sebenarnya sudah menerapkan sanksi yang cukup keras seperti melarang penonton yang sudah masuk daftar masuk stadion, pertandingan tanpa penonton dan juga hukuman denda.

"Jika sudah kronis, kami bisa mencoret klub atau tim nasional dari sebuah kompetisi. Semua memungkinkan, tapi itu langkah terakhir, " kata pria yang berasal dari Slovenia, salah satu negara Eropa timur, itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online