Intelijen AS Sebut China Kantongi Data 220 Juta Pemilih Amerika
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Nelson Semedo/Barca Blaugranes
Harianjogja.com, JAKARTA –Barcelona mematok harga yang tergolong murah untuk bek kanan Nelson Semedo yang diminati Atletico Madrid.
Semedo bergabung ke Barcelona dengan mahar 35 juta euro dari Benfica. Mulanya, raksasa Katalan itu mematok harga 100 juta euro, tetapi Blaugrana rela melepas pemain Portugal itu dengan banderol 50 juta euro.
Menurut laporan Diario AS bulan lalu, Atletico memutuskan untuk merekrut Semedo guna menggantikan posisi yang ditinggalkan Juanfran Torres. Pemain yang disebut terakhir ini meninggalkan Atletico pada musim panas ini dengan status bebas transfer.
Semedo tak jua mendapat tempat di skuat utama lantaran harus bersaing dengan Sergi Roberto. Ernesto Valverde lebih memilih Sergi karena pemain Timnas Spanyol ini juga bisa dimainkan sebagai gelandang, sedangkan Semedo cuma mampu main sebagai bek kanan.
Blaugrana mendatangkan bek kanan asal Senegal Maoussa Wague pada musim panas lalu. Wague kini diproyeksikan sebagai pengganti Semedo untuk melapis Sergi Roberto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
Pilot Malaysia berinisial MS diduga menerbangkan pesawat ke Indonesia dalam pengaruh narkoba dan menyelundupkan 70.144 butir ekstasi.
Lima film horor Indonesia mendominasi box office 2026. Danur: The Last Chapter memimpin dengan 3,6 juta penonton, disusul Ghost In The Cell dan Alas Roban.
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Indonesia tercatat memiliki biaya naturalisasi tertinggi di Asia Tenggara mencapai Rp75,71 juta. Simak perbandingannya dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan