Bupati Muara Enim Edison Siapkan Rp1,6 M untuk Suap Auditor BPK
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
http://www.harianjogja.com/?attachment_id=399713" rel="attachment wp-att-399713">http://images.harianjogja.com/2013/04/PERSIBA-LOGO7.jpg" alt="" width="180" height="180" />BANTUL—Tak maksimalnya lampu Stadion Sultan Agung membuat Persiba Bantul mengubah jam kickoff laga kontra Persema Malang. Sekretaris Persiba Bantul, Wikan Werdho Kisworo mengakui pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) terkait pengubahan jam kickoff.
Laga kontra Persema Malang yang seharusnya digelar Kamis (25/4) pukul
19.00 WIB, dimajukan menjadi pukul 15.30 WIB. Hal itu dilakukan karena beberapa hari lalu lampu standion sempat tersambar petir.
Kepada Harian Jogja, Wikan mengakui perubahan jam kickoff tak menjadi soal. Pasalnya, berdasarkan manual liga, perubahan jam memang mutlak kewenangan tim tuan rumah. ”Jadi kalau memang ada perubahan, kami cukup laporan saja,” ujarnya.
Lebih lanjut Wikan menjelaskan, jam kickoff tersebut pada dasarnya hanya terkait dengan siaran langsung televisi saja. Berdasarkan manual liga, jika sebuah pertandingan disiarkan langsung oleh stasiun TV partner, maka kewenangan penentuan jam kickoff diambil alih sepenuhnya oleh pihak LPIS sebagai operator liga.
Sesuai jadwal, laga kontra Persema Malang rencananya akan disiarkan langsung oleh stasiun TV partner. Namun setelah ada kesepakatan antara klub peserta dengan LPIS yang isinya terkait penundaan siaran langsung, maka keputusan jam kickoff diserahkan sepenuhnya kepada pihak tim tuan rumah.
Sebenarnya, imbuh Wikan, laga malam hari jauh lebih menguntungkan tim tuan rumah, terutama dalam aspek pendapatan. Bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan laga sore hari, pada laga malam, pendapatan klub yang diperoleh dari sektor penjualan tiket bisa meningkat 30% hingga 50%.
Oleh sebab itu, jika pada dua laga kontra PSLS dan Persiraja yang digelar sore hari, pihak Persiba bisa mencapai pendapatan maksimal sebesar Rp 135 juta, maka itu artinya, jika laga digelar sore hari, Persiba Bantul bisa merugi lebih dari Rp65 juta. ”Kami lebih memilih malam hari. Tapi bagaimana lagi, kondisi lampu stadion tidak memungkinkan. Kami hanya user saja,” ucapnya.
Belum Diperbaiki
Sementara Edi Setyadi, salah satu staf pengelola Stadion Sultan Agung ketika dikonfirmasi mengakui, sejak tersambar petir pada akhir Desember 2012, hingga kini belum ada perbaikan apapun pada lampu stadion. Akibat sambaran petir, modul lampu stadion mengalami korsleting.
Akibatnya lampu tak bisa menyala. Pengelola sudah mengajukan rencana perbaikan modul lampu stadion kepada Pemkab Bantul sejak 2 Januari lalu, namun hingga kini belum ada tindakan konkret terkait.
”Mungkin karena mencari modulnya sulit, jadi perbaikannya tertunda-tunda terus. Semoga dalam waktu dekat bisa segera diperbaiki,” ungkapnya. Rencananya, Rabu (24/4) sore, Persema Malang akan menggelar uji
lapangan Stadion Sultan Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Lurah petahana yang maju Pilur Sleman wajib mengajukan cuti sejak mendaftar bakal calon. Pilur serentak digelar pada 2028 dan 2029.
Menyambut musim liburan sekolah, Novotel Suites Yogyakarta Malioboro kembali menghadirkan inovasi dengan menggelar Wave of Change
Bocah asal Muna, Sulawesi Tenggara, meninggal usai insiden di kolam renang Bantul. Polisi masih mendalami kronologi kejadian.
Roy Suryo dan Dokter Tifa menegaskan tetap melanjutkan perjuangan hukum setelah Kejari Jakarta Selatan memutuskan keduanya tidak ditahan.
Satpam RSJ Grhasia Sleman viral karena video promosi unik fasilitas rumah sakit. Netizen malah ramai berkomentar lucu di media sosial.