Strategi Unik Norwegia, Bawa 1 Ton Makanan dari Kampung Halaman
Norwegia bawa 1 ton makanan ke Piala Dunia 2026 untuk jaga performa pemain, bukan karena takut makanan Amerika.
http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/19/totenham-v-sunderland-babak-pertama-masih-kaca-mata-407972/liga-inggris1-2" rel="attachment wp-att-407973">http://images.harianjogja.com/2013/05/liga-inggris12-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />
TOTTENHAM-Babak pertama pertandingan antara tuan rumah Tottenham Hotspur kontra Sunderland berakhir Kacamata. Tak ada gol tercipta pada pertandingan di Stadion White Hart Lane, Minggu (19/5/2013) malam.
Sejak menit pertama, tuan rumah Tottenham mendominasi permainan. Hal ini terlihat dari persentase posisi bola yang mencapai 56%. Sedangkan tamunya, Sunderland hanya mencatat 44%.
Dominasi Tottenham tidak hanya sampai disitu. Gareth Bale CS berhasil 6 kali melakukan tendangan, sementara Sunderland hanya 3 kali. Dominasi kian diperlihatkan dari jumlah tendangan yang langsung mengarah ke gawang. Tottenham tercatat 5 kali melakukan tendangan, sedangkan Sunderland 3 kali.
Dari jumlah tendangan pojok, Sunderland juga kalah dibandingkan Tottenham. 4 kali tendangan pojok dilakukan Tottenham, sementara Sunderland hanya satu kali.
Sunderland hanya unggul pada jumlah pelanggaran, yang mencapai 6 kali, sedangkan Tottenham mencetak 4 kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Norwegia bawa 1 ton makanan ke Piala Dunia 2026 untuk jaga performa pemain, bukan karena takut makanan Amerika.
IMM dan IPM DIY gelar aksi tapa pepe di Jogja, sampaikan kritik kebijakan pemerintah lewat duduk diam di Titik Nol Kilometer.
SMARTFREN terus memperkuat pengalaman digital pelanggan di Kota Tegal melalui layanan internet yang andal, sekaligus menghadirkan SMARTFREN Fun Run Tegal 2026
Foto profil WhatsApp kosong tidak selalu berarti diblokir. Ini 6 penyebab umum yang sering terjadi pada pengguna.
Banyak pasar tradisional di Bantul rusak terutama atap. Pemkab lakukan perbaikan bertahap dengan anggaran terbatas.
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas.