Veda Ega Pratama Jatuh di Q2, Start Ke-18 di Motegi
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Harianjogja.com, LIVERPOOL-Pemain Timnas Kroasia Dejan Lovren secara resmi telah menandatangani kesepakatan dengan Liverpool pada Minggu (27/7/2014) waktu setempat.
Bek berusia 25 tahun tersebut adalah pemain Southampton ketiga yang bergabung dengan The Reds pada musim panas ini setelah penyerang Rickie Lambert dan gelandang Adam Lallana.
“Hari ini dia melakukan penandatanganan kesepakatan dengan jangka waktu yang panjang dengan The Reds setelah lolos tes medis,” ujar kubu Liverpool dalam pernyataan resminya.
Namun kubu Liverpool sampai kini enggan menyebutkan berapa nilai transfer yang disepakati klub dengan Southampton untuk memboyong Lovren ke Anfield. Meskipun demikian, sejumlah kabar yang berhembus menyebutkan jika Southampton telah melepas bek tengah tersebut dengan nilai 20 juta pounds.
Lovren pindah ke Liverpool setelah setahun membela Southampton. Sebelumnya dia sempat terikat kontrak empat dengan Lyon setelah sebelumnya bermain untuk Dinamo Zagreb dan Inter Zapresic.
(JIBI/Sportinglife)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Energi hijau dan digitalisasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi Rp2.258 triliun dibutuhkan untuk mengejar pertumbuhan 6 persen pada 2027.
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.