Profil Perry Warjiyo, Arsitek QRIS yang Mundur dari BI
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Dani Pedrosa (JIBI/Solopos/Reuters)
MotoGP 2016 belum berpihak kepada Dani Pedrosa. Pembalap ini kecewa dengan Honda lantaran lebih mengutamakan Marc Marquez.
Harianjogja.com, MONTMELO — Pembalap Honda Dani Pedrosa mengaku kecewa dengan perlakuan tim kepada dirinya pada musim ini. Ia menilai bahwa Honda pilih kasih dan lebih mengutamakan Marc Marquez daripada dirinya.
“Pada akhirnya, kami tidak memiliki banyak spesifikasi mesin. Tapi, dari satu di antara yang kami punya, saya tidak akan memilih yang satu itu. Pilihan motor yang kami punya adalah milik Marquez. Saya tidak memiliki hak apa-apa,” kata Pedrosa, dikutip dari Motorsport, Kamis (9/6/2016).
“Untuk saat ini, dia sedang unggul dan memang pantas mendapatkannya. Dia menyukai motornya dan beradaptasi dengan baik, sementara saya kesulitan. Itu jelas terlihat, Anda bisa melihatnya pada hasil-hasil yang sudah diraih dan cara kami mengaspal,” imbuhnya.
Pedrosa kini di peringkat empat klasemen sementara dan Marquez berada di pemuncak klasemen sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.