Taeyang Kembali dengan Album Baru Quintessence di Hari Ulang Tahun
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
Alex Rins (Reuters)
Masa depan Alex Rins belum jelas. Sempat dikabarkan bakal bergabung dengan Suzuki, pembalap muda ini justru membantah kabar tersebut.
Harianjogja.com, BARCELONA – Pembalap Paginas Amarillas HP 40, Alex Rins membantah kabar bahwa dirinya bergabung dengan Suzuki Ecstar di MotoGP musim depan. Meski demikian, negosiasi awal dengan Suzuki diakui oleh pembalap Moto2 itu telah dilakukan.
Alhasil, pembalap berusia 20 tahun itu kemungkinan bertahan di Moto2 musim depan bersama timnya.
“Masa depan saya belum menentu. Saya tengah melakukan pembicaraan dengan banyak tim. Memang benar, saya kini mencoba mendapat kesepakatan dengan Suzuki. Kami telah menggelar negosiasi tahap awal,” ujar Rins dikutip dari laman Marca, Sabtu (11/6/2016).
“Namun, tidak benar saya telah menandatangani kontrak dengan mereka. Banyak pilihan yang tersedia. Saya harus berpikir, lebih baik membela tim pabrikan atau satelit di MotoGP. Saya masih harus mempertimbangkan semuanya,” imbuhnya.
“Mungkin saya bisa bertahan setahun lagi di Moto2 bersama tim Sito. Musim ini tidak terlalu buruk. Awalnya saya memang kesulitan, tapi saya mencoba untuk tetap tampil baik,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.