Advertisement
SUPORTER PSS SLEMAN : Bentrok Itu Bentuk Fanatisme Sempit
Advertisement
Untuk solusinya, harus ada edukasi dari berbagai pihak kepada suporter
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengamat sosial dari Universitas Gadjah Mada Sunyoto Usman melihat permasalahan bentrok antarsuporter adalah bentuk fanatisme sempit
Advertisement
Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2017/05/17/suporter-pss-sleman-dua-kali-terlibat-bentrok-di-magelang-817494">SUPORTER PSS SLEMAN : Dua Kali Terlibat Bentrok di Magelang
Di samping itu ada kecenderungan dari tim untuk membentuk suporter memiliki fanatisme sempit dan memanfaatkannya untuk kepentingan. “Untuk solusinya, harus ada edukasi dari berbagai pihak kepada suporter. Bisa saja, model pertandingan diubah,” ungkapnya, Rabu (17/5/2017).
Hal itu ditegaskan Sunyoto menanggapi ricuh yang melibatkan suporter PSS Sleman di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Bentrok itu bahkan terjadi dua kali. Para suporter PSS itu melewati Magelang untuk menonton laga melawan Persibat Batang pada Senin (15/5/2017) dan terakhir pada Rabu (17/5/2017) ini.
Kepala Bidang Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi Yulianto mengaku Polda sudah mendapatkan informasi awal perihal bentrokan yang terjadi di Magelang. “Tidak ada korban. Pelaku [penyerang suporter PSS] juga sempat lari ke daerah Rindam. Itu informasi awal yang kami [Polda] peroleh,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Mulai Terjadi Selasa Esok
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



