Inggris Larang Poster Film The Mummy karena Berpotensi Trauma Anak
Poster The Mummy di London Underground dilarang ASA karena visual dinilai terlalu realistis dan picu ketakutan anak-anak. Warner Bros. diperintahkan tarik iklan
ilustrasi sepak bola. (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Piala Soeratin, final antara PSS dan PSIM Jogja belum mendapat izin
Harianjogja.com, JOGJA -- Belum adanya izin dari kepolisian terkait dengan pelaksanaan partai final Piala Soeratin antara PSS Sleman U-17 kontra PSIM U-17, membuat Asprov PSSI DIY mewacanakan akan menggelar partai panas tersebut di luar DIY.
Sejumlah venue alternatif di antaranya Magelang dan Jakarta pun telah dibidik sebagai tempat digelarnya partai Final Piala Soeratin DIY 2017.
"Final digelar di luar DIY adalah alternatif terakhir yang agak ekstrem. Karena sampai saat ini kami memang kesulitan mendapatkan izin menggelarnya di DIY," ujar Direktur Kompetisi Asprov PSSI DIY, Ediyanto kepada Harianjogja.com, Selasa (5/9/2017) siang.
Meski demikian, Edi mengaku bahwa keputusan tempat di luar DIY yang pas untuk menggelar partai final sampai kini belum ada keputusan. Sejauh ini ada dua alternatif, yakni Magelang dari Jakarta menjadi tempat digelarnya partai final. Akan tetapi, keputusan akhir akan dibahas dalam rapat Asprov yang digelar pada malam ini [Rabu (6/9/2017) malam].
Dalam rapat tersebut nantinya tidak hanya masalah kepastian waktu dan tempat pelaksanaan partai final, Asprov PSSI DIY juga akan melihat rekomendasi dari PSSI terkait dengan batas waktu penyelenggaraan final sebelum Jumat (15/9/2017).
"Karena proses pendaftaran pemain dan ofisial tim diputaran nasional akan dimulai 15 September. Untuk itu, wakil dari DIY di putaran nasional harus sudah ada sebelum pendaftaran," sambungnya.
Menurut Edi, sejatinya pihaknya telah memundurkan jadwal final Piala Soeratin DIY 2017 dari Sabtu (2/9) ke Senin (4/9/2017). Selain itu Asprov PSSI DIY juga telah memastikan menggelar laga antara Mataram Muda melawan Elang Muda digelar tanpa penonton di lapangan 403 Kentungan, Sleman.
Namun, keinginan untuk segera menggelar partai final itu sulit direalisasikan karena pihak kepolisian setempat belum juga memberikan rekomendasi izin keramaian. Adapun alasan kuat dari kepolisian tidak mengeluarkan izin adalah untuk menghindari adanya gesekan antarpendukung kedua kesebelasan yang selama ini dikenal kurang begitu harmonis.
"Untuk itu, kami belum bisa tentukan kepastiannya lagi. Nanti setelah rapat besok malam baru ada kejelasan," tandas Edi.
Terpisah, pelatih PSIM U-17 Sigit Putranto kepada koran ini menyebutkan belum adanya kepastian waktu dan tempat digelarnya partai final menghadapi PSS U-17, sedikit berpengaruh terhadap kesiapan tim. Pihaknya sementara tidak meliburkan para pemain dan tetap menjalani latihan, sembari menunggu kejelasan waktu dan tempat pelaksanaan partai final.
"Mau digelar di manapun kami siap. Jika pun digelar di luar DIY, kami tidak ada masalah. Motivasi para pemain pun saya pastikan tidak ada kendala jika digelar di luar DIY," ucap Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Poster The Mummy di London Underground dilarang ASA karena visual dinilai terlalu realistis dan picu ketakutan anak-anak. Warner Bros. diperintahkan tarik iklan
Thailand juara Grup B Piala AFF 2026 dan Malaysia lolos semifinal. Hasil ini memastikan Timnas Indonesia gagal melaju ke empat besar.
Akses wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 8 Agustus 2026 akibat kebakaran. Luas area terbakar mencapai 176 hektare dan api menuju B29.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan Sekolah Rakyat memberi akses pendidikan layak bagi lebih dari 43 ribu anak hingga Agustus 2026.
Profil Jorge Messi, ayah sekaligus manajer Lionel Messi yang berperan dalam karier, kontrak, bisnis, hingga perjalanan Messi ke Barcelona.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.