Advertisement

Profil Shaun Evans, Tukang Batu Pemimpin Laga Indonesia Vs UEA yang Pernah Anulir Gol Persib

Budi Cahyana
Jum'at, 24 Agustus 2018 - 22:55 WIB
Budi Cahyana
Profil Shaun Evans, Tukang Batu Pemimpin Laga Indonesia Vs UEA yang Pernah Anulir Gol Persib Shaun Evans - a/league.com.au

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Shaun Evans, wasit asal Australia yang memimpin laga Indonesia melawan Uni Emirat Arab (UEA) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (24/8/2018) punya rekam jejak kontroversial selama memimpin pertandingan di Indonesia.

Shaun Evans pernah menjadi pengadil di Liga 1 Indonesia musim 2017. Ketika itu, dia membuat kontroversi. Saat memimpin pertandingan Persija versus Persib, Shaun tidak mengesahkan gol striker Persib Ezechiel N'Douassel. Padahal, dalam tayangan ulang bola sudah masuk ke dalam gawang sebelum memantul keluar.

Advertisement

Evans adalah wasit kelahiran Australia, 21 Oktober 1987. Sejak dua tahun lalu, dia ditunjuk Federasi Sepak Bola Australia (FFA) sebagai wasit profesional di Liga Australia. Sebelum menjadi pengadil yang sepuhnya profesional di lapangan hijau, Evans bekerja paruh waktu sebagai tukang batu.

Evans sudah mulai menjadi pengadil sejak 2008. Awalnya dia menjadi asisten wasit dan mulai A-League (kasta tertinggi Liga Australia) musim 2012/2013, Evan dipercaya menjadi wasit.

Evan sebenarnya punya pengalaman panjang di luar Australia. Tak hanya memimpin laga Liga Indonesia, Evan juga beberapa kali memimpin pertandingan di Liga Super Tiongkok, Piala FA Tiongkok, dan pertandingan persahabatan Arab Saudi melawan Qatar pada 2015.

Toh, pengalaman segudang itu tak membantunya memimpin laga secara memuaskan. Pelatih Indonesia Luis Milla berang karena Evans memberikan penalti pada babak kedua kepada UEA. Milla bahkan menuding wasit asal Australia itu tidak berkompeten menjalankan tugasnya.

“Wasit tidak memiliki level untuk memimpin pertandingan hari ini. Saya rasa dia tidak pantas melanjutkan tugasnya di Asian Games ini,” ujar Luis Milla seusai laga melawan UEA di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat, sebagaimana dilansir Antara.

Dalam laga ini, Evans memberikan dua hadiah penalti kepada UEA. Satu di babak pertama karena Andi Setyo menjatuhkan Zayeed Alemari dan satu lagi di babak kedua setelah Hansamu menjatuhkan Shaheen Al-darmki. Jika saja UEA tidak mendapat penalti, Indonesia bisa melaju ke perempat final.

“Seharusnya penalti kedua itu tidak diberikan. Lalu di babak pertama perpanjangan waktu, wasit semestinya memberikan kartu merah kepada pemain UEA yang melanggar Ilham Udin,” tutur dia.

Di menit ke-103, Ilham Udin dilanggar secara keras tetapi Evans hanya memberikan kartu kuning. Evan juga berkali-kali salah mengambil keputusan. Misalnya bola sundulan Hansamu Yama di babak kedua yang mengenai bek UEA tak dianggap oleh Evans. Indonesia semestinya memperoleh tendangan penjuru, tetapi Evans malah memberikan tendangan gawang kepada UEA.

Indonesia gagal melaju ke perempatfinal sepak bola putra Asian Games 2018 setelah kalah adu penalti 3-4 dari UEA. Di waktu normal dan perpanjangan waktu, kedua tim bermain imbang 2-2.

Gol-gol UEA dalam pertandingan itu ditorehkan oleh Zayed Alameri melalui sepasang tendangan penalti di menit ke-20 dan 65. Sementara gol Indonesia dilesakkan oleh Alberto Goncalves di menit ke-52, Stefano Lilipaly di menit ke-90+4.

Dari lima penendang Indonesia, hanya tiga yang mencetak gol, yakni Stefano Lilipaly, Alberto Goncalves, dan Muhammad Hargianto. Di kubu UEA, ada empat penendang yang sukses, yakni Ahmad Alhashmi, Zayed Alameri, Khaled Aldhanhani dan Husain Abdullah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Iran Desak AS Pilih Gencatan Senjata atau Perang Lewat Israel

Iran Desak AS Pilih Gencatan Senjata atau Perang Lewat Israel

News
| Kamis, 09 April 2026, 08:47 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement