Indonesia U-19 Kalah dari Malaysia Gara-Gara Kartu Kuning
Indonesia U-19 berada di bawah Malaysia dalam klasemen runner-up terbaik Piala AFF U-19 2026 meski punya poin dan selisih gol yang sama. Faktor fair play jadi p
Pertandingan PSIS vs Perseru / Vidio
Harianjogja.com, SEMARANG - Manajemen PSIS Semarang memilih meliburkan skuat dan tim pelatih PSIS Semarang hingga awal tahun depan. Langkah ini diambil menyusul belum adanya kejelasan jadwal babak 32 besar Piala Indonesia melawan Persik Kendal.
General Manajer PSIS Wahyu Liluk Winarto mengatakan, tidak hanya menunggu kejelasan jadwal, pihaknya kini juga tengah melakukan negosiasi ulang terkait kontrak pemain. Sebab, rata-rata masa kontrak pemain PSIS sudah akan habis pada bulan desember ini.
"Kami meberikan kesempatan kepada pemain untuk pulang. Setelah ini, kami harus menego ulang pemain yang dipertahankan," katanya, Selasa (11/12/2018).
Sebelum meliburkan pemain, manajemen PSIS sendiri telah bersepakat dengan pelatih Jafri Sastra untuk kembali bekerjasama. Bahkan, pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat tersebut diperpanjang kontraknya selama dua tahun kedepan.
"Saya yakin coch Jafri punya komitmen dengan kesepakatan sebelumnya," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia U-19 berada di bawah Malaysia dalam klasemen runner-up terbaik Piala AFF U-19 2026 meski punya poin dan selisih gol yang sama. Faktor fair play jadi p
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 5 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Rp8.000, tersedia 14 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 5 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari pagi sampai malam.
Istana menegaskan Presiden Prabowo rutin mengevaluasi seluruh program kementerian dan lembaga sebagai bagian dari penguatan pengawasan serta pemberantasan korup
Noel minta maaf kepada Prabowo setelah divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi sertifikasi K3 dan gratifikasi Rp3,43 miliar.
KPK menduga perusahaan towing dipakai sebagai kedok menyamarkan dana hasil pemerasan KITAS dan KITAP yang menyeret pejabat Imigrasi.