OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Marcus Thuram (kiri) selepas mencetak gol kedua pada menit terakhir dari titik penalti yang memenangkan Guingamp sekaligus menyingkirkan tim raksasa Paris Saint-Germain dari Coupe de la Ligue, disambut Yeni Atito NGbakoto, pencetak gol pertama./Twitter@EAGuingamp
Harianjogja.com, JOGJA– Kejutan besar terjadi di Piala Liga Prancis (Coupe de la Ligue). Juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) tersingkir setelah ditaklukkan juru kunci klasemen sementara Ligue 1 En Avant Guingamp dengan skor 1-2 di babak delapan besar.
Lebih parah lagi, kekalahan memalukan itu terjadi di hadapan pendukung PSG di Stadion Parc des Princes di Paris, Kamis (10/2/2019) dini hari WIB. Pelatih Thomas Tuchel juga menurunkan skuat terbaik dengan memainkan Neymar da Silva Jr. dan Kylian Mbappe sejak menit pertama serta memasukkan Edinson Cavani sejak awal babak kedua. Tuchel menganggap timnya kalah karena para pemain terlalu arogan.
"Kami membuang banyak peluang. Kami kelewat percaya diti, dan kami bermain terlalu santai," ujar Tuchel dikutip goal.com.
Neymar membuka keunggulan PSG pada menit ke-62, hanya dua menit setelah pemain Guingamp Marcus Thuram gagal mencetak gol dari titik penalti.
Namun, Guingamp mendapatkan dua penalti lagi dari wasit Benoit Bastien yang sukses dieksekusi menjadi gol sehingga Guingamp berbalik unggul 2-1 pada akhir pertandingan.
Yeni Atito N’Gbakoto berhasil mencetak gol dari titik penalti pada menit 81, hanya 8 menit setelah masuk lapangan menggantikan Alexandre Mendy, untuk membuat skor 1 - 1.
Penalti ketiga untuk Guingamp datang ketika pertandingan telah memasuki waktu tambahan dan kali ini Marcus Thuram tak mau mengulang kesalahan untuk membawa timnya unggul di kandang raksasa PSG yang di klasemen sementara Ligue 1 tengah berada di puncak.
Tuchel mempertanyakan keputusan wasit yang terlalu gampang memberikan penalti untuk Guingamp.
"Terutama penalti kedua. Pemain Guingamp terlalu gampang jatuh ketika terjadi kontak. Wasit juga terlalu gampang memberikan penalti ketika pemain Guingamp amburuk di kotak penalti kami."
Bagi PSG, ini jelas dapat disebut sebagai tragedi yang menyingkirkan tim ibu kota itu dari kompetisi yang dalam lima edisi sebelumnya selalu berhasil mereka juarai. Kekalahan di kandang ini juga menjadi yang pertama sepanjang musim ini. PSG sejauh ini belum terkalahkan di ajang Ligue 1.
Hasil pertandingan 8 besar Piala Liga Prancis lainnya: Lyon 1 vs Strasbourg 2; AS Monaco 1 vs Stade Rennais 1 (Monaco menang adu penalti 8 - 7), Bordeaux 1 vs Le Havre 0.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.