Veda Ega Pratama Jatuh di Q2, Start Ke-18 di Motegi
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Pemain Borneo FC mulai menjalani latihan / Borneofc.id
Harianjogja.com, MOJOKERTO -Pelatih kepala Borneo FC asal Italia, Fabio Lopez mengaku sudah mengetahui cara bermain calon lawannya, PS Mojokerto Putra. Hal itu disampaikannya selepas melakukan latihan sebelum berangkat ke Jawa Timur.
Untuk itu, ia berharap anak asuhnya untuk serius menyambut pertandingan resmi perdana Borneo FC di tahun 2019. "Saya sudah tahu banyak tentang tim Mojokerto dan motivasi kita berangkat kesana untuk beri hasil terbaik meraih kemenangan," katanya, dikutip dari laman resmi klub.
Menurut Lopez sebagai tuan rumah Laskar Mojopahit, julukan PS Mojokerto Putra pasti menargetkan kemenangan. Namun dirinya pun berpendapat skuadnya ingin meraih hal serupa.
"Pemain harus konsentrasi, belajar banyak di lapangan dan taktik yang kita jalankan. Bermain positif dan saya yakin akan hasil kemenangan buat Borneo," pungkas eks pelatih Al Ahli, Saudi Arabia itu.
Pertandingan ini sendiri akan digelar pada Selasa (29/1/2019) sore di Stadion Gadjah Mada Kota Mojokerto dan bakal disiarkan secara langsung oleh Jawa Post TV dan Usee TV, pukul 16.30 WITA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 6 dibuka hingga 14 Oktober. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan pelatihannya.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.