Advertisement
UEFA Selidiki Pelanggaran Finansial Manchester City
Suporter Manchester City - Reuters/Carl Recine
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA – UEFA menyelidiki Manchester City, atas dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP).
Media Jerman Der Spiegel melaporkan pada November bahwa pemilik City Abu Dhabi menggelembungkan perjanjian sponsor untuk memenuhi persyaratan FFP.
Advertisement
"Investigasi akan fokus pada beberapa dugaan pelanggaran FFP yang baru-baru ini dipublikasikan di berbagai media," demikian pernyataan UEFA sebagaimana dikutup dari Reuters, Jumat (8/3/2019).
Juara Liga Premier Inggris ini merespons dengan mengeluarkan Club Statement di situs web mereka. "Manchester City menyambut baik dibukanya penyelidikan resmi UEFA sebagai kesempatan untuk mengakhiri spekulasi tentang peretasan ilegal dan publikasi di luar konteks email City," kata pernyataan itu.
"Tuduhan ketidakberesan finansial sepenuhnya salah. Rekening klub yang diterbitkan sudah lengkap berikut masalah catatan hukum dan peraturannya."
Laporan Der Spiegel menyebutkan berdasarkan dokumen yang diterima dari platform whistle blower Football Leaks dan juga ditinjau Reuters, bahwa beberapa sponsor City di Abu Dhabi mendapatkan previlage tiga kali lebih banyak ketimbang perhitungan yang dianggap layak oleh para ahli independen.
UEFA mengatakan setelah publikasi bahwa mereka bisa membuka kembali investigasi berdasarkan kasus per kasus.
Manchester City merupakan salah satu klub yang dimiliki City Football Group, perusahaan induk di mana Abu Dhabi United Group memiliki 87 persen saham dan sisanya 13 persen dipegang konsorsium China Media Capital.
Aturan FFP dimaksudkan untuk mencegah klub menerima jumlah uang yang tidak terbatas melalui penawaran sponsor yang juga meningkat dengan organisasi yang berkaitan dengan pemilik.
Klub dapat dilarang dari kompetisi Eropa jika mereka diketahui telah melanggar peraturan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Reuters
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






