Indonesia Berpeluang Naik 4 Peringkat FIFA Jika Kalahkan Oman
Timnas Indonesia berpeluang naik hingga empat posisi di ranking FIFA jika mampu mengalahkan Oman pada laga FIFA Matchday di SUGBK.
Silvio Escobar / Persija.id
Harianjogja.com, SLEMAN - Pelatih Persija Ivan Kolev langsung memberikan libur timnya usai Macan Kemayoran jadwal padat sepanjang Maret 2019. Ismed Sofyan akan diberikan waktu libur hingga 19 Maret mendatang.
“Mereka sudah berjuang dan meninggalkan keluarga hampir dua minggu lebih. Rencananya kami akan liburkan tim dan tim akan kembali latihan pada Selasa (19/3) sore," ujar Kolev, dikutip dari laman resmi klub.
Persija Jakarta kembali bertanding pada babak 8 besar. Rencananya laga itu akan digulir 29-31 Maret. Kolev sendiri tidak terlalu memilih lawan di babak 8 besar. Ia menyatakan skuadnya siap melawan tim manapun.
“Kita game berikutnya tanggal 29-31, siapa saja lawan berikutnya kami harus siap apalagi pastinya yang lolos merupakan lawan yang bagus,” tutupnya.
Sebelumnya Persija melakoni empat laga dalam durasi 11 hari. Bukan hasil buruk didapatkan, namun tiga kemenangan dan sekali hasil seri menjadi gambaran tangguhnya skuat besutan pelatih asal Bulgaria ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas Indonesia berpeluang naik hingga empat posisi di ranking FIFA jika mampu mengalahkan Oman pada laga FIFA Matchday di SUGBK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 5 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Rp8.000, tersedia 14 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 5 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari pagi sampai malam.
Istana menegaskan Presiden Prabowo rutin mengevaluasi seluruh program kementerian dan lembaga sebagai bagian dari penguatan pengawasan serta pemberantasan korup
Noel minta maaf kepada Prabowo setelah divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi sertifikasi K3 dan gratifikasi Rp3,43 miliar.
KPK menduga perusahaan towing dipakai sebagai kedok menyamarkan dana hasil pemerasan KITAS dan KITAP yang menyeret pejabat Imigrasi.