Kapolri Bantah Kasus Penyadapan Ilegal Terkait Persaingan Internal Polri
Kapolri menegaskan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal dengan tiga personel Polri sebagai tersangka murni proses penegakan hukum.
Marko Arnautovic/Reuters-Jason Cairnduff
Harianjogja.com, JOGJA - Penyerang Austria Marko Arnautovic meninggalkan West Ham untuk bergabung ke klub China, Shanghai SIPG dengan harga 22,4 juta paun (sekitar Rp395 miliar).
Penyerang berusia 30 tahun tersebut sudah lulus tes mesis pada akhir pekan. Menurut laporan Sky Sports News, West Ham bersedia menerima kesepakatan itu karena hubungan buruk Arnautovic dengan klub.
Sang pemain telah menorehkan 21 gol dalam 59 pertandingan Liga Premier Inggris dalam dua musim di West Ham sejak tiba dari Stoke City dan menjelma menjadi pemain favorit suporter di Stadion London sebelum meminta untuk pergi ke Liga Super China pada Januari.
Setelah meminta pindah, Arnautovic justru menandatangani perpanjangan kontrak yang membuat gajinya naik 20% menjadi 120.000 paun per pekan (sekitar Rp2,12 miliar), termasuk klausul rilis sebesar 40 juta poundsterling (sekitar Rp706 miliar), yang habis pada 14 Juni.
West Ham diperkirakan akan menggunakan dana penjualan Arnautovic untuk tambahan demi menebus klausul penyerang Celta Vigo, Maxi Gomez sebesar 44,85 juta paun (sekitar Rp792 miliar).
Di Shanghai SIPG, West Ham akan bermain dengan eks gelandang Chelsea, Oscar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kapolri menegaskan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal dengan tiga personel Polri sebagai tersangka murni proses penegakan hukum.
Bakom RI menanggapi dugaan penyadapan Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh nasional. Pemerintah menegaskan akan melawan tindakan makar.
Indef mengidentifikasi empat penyebab harga beras medium masih di atas HET meski stok Bulog mencapai 4,59 juta ton.
Jadwal KRL Palur-Jogja 6 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di 13 stasiun.
Samin Tan didakwa melakukan pencucian uang Rp18,1 triliun dari penjualan batu bara PT AKT yang diduga berasal dari pertambangan ilegal.
OJK meminta perbankan memeriksa dan/atau memblokir 39.923 rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online.