Lulusan Paket C Bisa Kuliah, tetapi Tak Semua Jalur Terbuka
Ijazah Paket C setara SMA dan bisa digunakan untuk kuliah. Ketahui jalur seleksi, syarat kampus, dan aturan SNBT yang perlu diperhatikan.
Striker PSS Yevhen Bokhashvili berduel dengan bek Persebaya Otavio Dutra, Sabtu (13/7/2019)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman tidak punya banyak waktu mengaso setelah kemenangan 2-1 atas Persebaya Surabaya, Sabtu (13/7/2019) malam.
Super Elang Jawa langsung mempersiapkan tim guna menjamu PSIS Semarang, Rabu (17/7/2019) sore.
“Waktu dan persiapan kami sangat mepet menghadapi PSIS Semarang. Oleh karena itu, tim akan langsung berlatih,” kata pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro, Minggu (14/7/2019).
Seto mengaku puas dengan penampilan dari Batata. Gelandang bertahan asal Brasil ini dimainkan sejak awal, menggantikan Wahyu Sukarta. Batata juga mampu bekerja sama dengan Dave Mustaine dan Brian Ferreira di lini tengah.
“Mudah-mudahan ini bukan penampilan terbaiknya. Ke depan kami harapkan dia mampu bermain lebih baik. Secara umum dia memang sudah baik,” ucap Seto.
Dia menganggap anak asuhnya tampil lebih baik ketimbang saat menghadapi Kalteng Putra. Meski demikian, Seto ingin lebih.
“Evaluasi tentu terus kami lakukan. Seperi saat babak pertama, banyak kesalahan dilakukan pemain,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ijazah Paket C setara SMA dan bisa digunakan untuk kuliah. Ketahui jalur seleksi, syarat kampus, dan aturan SNBT yang perlu diperhatikan.
Simak cara memilih situs streaming film legal dan risiko LK21 atau Indoxxi, mulai dari malware, pencurian data, hingga pelanggaran hak cipta.
Okupansi hotel di KEK Mandalika mencapai 100% selama MotoGP 2026. Hotel di Mataram dan Senggigi juga terisi hingga 80-90%.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun. Sebesar Rp1,80 triliun telah dikembalikan selama pemeriksaan.