12 Mobil Jepang Hemat Bensin dari LCGC hingga Hybrid
Berikut 12 mobil Jepang yang dikenal irit BBM di Indonesia, mulai dari Brio, Ayla, Sigra hingga Yaris Cross Hybrid dan Innova Zenix Hybrid.
Striker PSS Yevhen Bokhashvili berduel dengan bek Persebaya Otavio Dutra, Sabtu (13/7/2019)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman tidak punya banyak waktu mengaso setelah kemenangan 2-1 atas Persebaya Surabaya, Sabtu (13/7/2019) malam.
Super Elang Jawa langsung mempersiapkan tim guna menjamu PSIS Semarang, Rabu (17/7/2019) sore.
“Waktu dan persiapan kami sangat mepet menghadapi PSIS Semarang. Oleh karena itu, tim akan langsung berlatih,” kata pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro, Minggu (14/7/2019).
Seto mengaku puas dengan penampilan dari Batata. Gelandang bertahan asal Brasil ini dimainkan sejak awal, menggantikan Wahyu Sukarta. Batata juga mampu bekerja sama dengan Dave Mustaine dan Brian Ferreira di lini tengah.
“Mudah-mudahan ini bukan penampilan terbaiknya. Ke depan kami harapkan dia mampu bermain lebih baik. Secara umum dia memang sudah baik,” ucap Seto.
Dia menganggap anak asuhnya tampil lebih baik ketimbang saat menghadapi Kalteng Putra. Meski demikian, Seto ingin lebih.
“Evaluasi tentu terus kami lakukan. Seperi saat babak pertama, banyak kesalahan dilakukan pemain,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berikut 12 mobil Jepang yang dikenal irit BBM di Indonesia, mulai dari Brio, Ayla, Sigra hingga Yaris Cross Hybrid dan Innova Zenix Hybrid.
Erling Haaland mencetak gol kemenangan Manchester City atas Coventry City. City menang 1-0 dan sempurna di tiga laga awal Premier League.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai Bogor. Erupsi masih berlangsung dan warga Banten-Lampung diminta waspada tanpa panik.
Telkomsel menilai anak muda wajib menguasai AI seperti ChatGPT dan Claude, tetapi kemampuan itu harus diimbangi etika penggunaannya.
Pasar gim Indonesia mencapai Rp32 triliun pada 2025. Komdigi melihat esports sebagai penggerak ekonomi digital dan lapangan kerja.
FEB UGM menggandeng Hochschule Osnabrück Jerman melalui IDB untuk mencetak doktor praktisi. UKT program ini Rp50 juta per semester.