Advertisement
Gagal di MotoGP Cheska, Rossi Anggap Motor Yamaha Tak Kompetitif
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, gagal naik podium di MotoGP Republik Cheska 2019 karena motornya tak kompetitif.
Dalam balapan yang dilangsungkan di Sirkuit Brno, Minggu (4/8/2019) malam WIB, Rossi hanya mampu finis di posisi keenam. The Doctor kalah bersaing dengan Marc Marquez, Andrea Dovizioso, dan Jack Miller yang sukses menempati podium.
Advertisement
Meski finis keenam, hasil ini dirasa cukup baik bagi Rossi. Pasalnya dalam tiga balapan sebelumnya, Rossi selalu gagal finis. Kendati demikian, dia juga menyadari sulit bersaing dengan para rival. Pembalap asal Italia itu merasa motornya tak cukup cepat untuk bersaing.
"Yang pasti, kami tidak senang berada di posisi keenam, tetapi torehan ini lebih baik daripada balapan terakhir. Saya bisa mengendarai motor saya dengan cara yang lebih baik, dan pada akhirnya hasilnya tidak terlalu buruk," kata Rossi seperti dikutip dari Crash.net, Senin (5/8/2019).
"Orang-orang yang finis di depan jauh lebih cepat daripada saya, tetapi pada akhirnya hasil ini lebih baik daripada balapan terakhir. Jadi ini adalah hal yang bagus. Tahun ini, masalah yang krusial semakin membesar. Kecepatan kami semakin tertinggal ketimbang tim lain."
"Hal tersebut membuat kami kehilangan akselerasi. Selain itu, dalam top speed kami sangat jauh tertinggal dari tim lain terutama para pebalap top. Jadi kami perlu meningkatkan hal tersebut juga pada bagian elektronik serta yang lainnya," tandas Rossi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
Advertisement
Advertisement









