5 HP dengan Kamera Selfie Menarik untuk Konten pada 2026
Simak lima HP untuk selfie dan vlog pada 2026, dari iPhone 17 Pro hingga vivo V70. Bandingkan fitur kamera dan hal yang perlu diperiksa sebelum membeli.
Trending Twitter/Twitter
Harianjogja.com, SLEMAN - Rumor tidak sedap datang di tubuh PSS Sleman jelang laga melawan Borneo FC pada pekan ke-28 Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Rabu (20/11/2019).
Satu orang suporter PSS Sleman bernama Yudhi ditangkap karena memasang poster berisi kritikan terhadap mantan CEO PT Putra Sleman Sembada Soekeno. Selain Yudhi, satu suporter lain masuk dalam daftar pencarian orang. Tidak diketahui secara jelas awal kejadian dan kronologis serta lokasi pemasangan poster tersebut.
Tagar #bebaskanyudhiatauboikot kemudian berseliweran di Twitter.
Sejumlah dukungan pun disuarakan oleh suporter PSS Sleman terkait dengan kabar penangkapan Yudhi. Seperti yang diungkapkan oleh akun @titoklasik : “Pemasang poster ini sekarang di perkarakan, satu sudah ketangkap dan satu masih dalam DPO, saya pribadi boikot match PSS sampe dia di bebaskan, dan kasus di tuntaskan.
Pemasang poster ini sekarang di perkarakan, satu sudah ketangkap dan satu masih dalam DPO, saya pribadi boikot match PSS sampe dia di bebaskan, dan kasus di tuntaskan. #BebaskanYudhiAtauBoikot pic.twitter.com/qqUlZngjD4
— Fakyu. (@TitoKlasik) November 19, 2019
Kepada Harian Jogja, Selasa (19/11/2019) sore, Koordinator BCS, salah satu kelompok suporter PSS, Zulfikar, mengaku belum bisa berkomentar mengenai persoalan ini.
“Besok ya mas, kami masih akan rapatkan di forum nanti malam. Ini baru mau berembuk dengan teman-teman,” kata Zulfikar.
Info terbaru: Yudhi Saputra dijerat dg pasal 310 KUHP
— Mohammad Ilham (@iIhamzada) November 19, 2019
.
Dia kelahiran 2002. Masih berstatus pelajar
.
Ayo teman2, ini pasal karet. Namanya juga pasal karet, persepsi dan tekanan publik bisa jadi kunci. Ayo bersuara. Lakukan sesuatu
.#KamiBersamaYudhi #BebaskanYudhiAtauBoikot https://t.co/dflcH7WXJ5
Sementara, Komisaris PT Putra Sleman Sembada sekaligus mantan CEO PT PSS, Soekeno, mengaku tidak mengetahui penangkapan suporter PSS yang menempel poster berisi kritik kepada dirinya. Dirinya justru baru mengetahui ketika Harian Jogja mengkonfirmasi terkait peristiwa tersebut.
“Mungkin anak-anak itu pasang poster di mall. Itu kan enggak boleh. Mungkin sekuriti terganggu atau bagaimana. Kalau saya sudah biasa dikritik, Mas. Jika sampai ditahan pasti ada salahnya. Mungkin kenanya merusak fasilitas. Itu kritik mending ketemu saya. Suporter enggak boleh seperti itu,” kata Soekeno.
“Nanti saya follow up soal kabar tersebut."
Menurut Soekeno, jika kepolisian menangkap suporter tersebut, pasti ada pasal yang dilanggar. “Apalagi merusak fasilitas mal. Dan mungkin aparat ingin mencari dalang penyebar isu. Sebab indikasinya itu ditunggangi. Yudhi ditahan bukan karena kritik PSS tapi merusak atau menggangu operasi mal,” terang Soekeno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak lima HP untuk selfie dan vlog pada 2026, dari iPhone 17 Pro hingga vivo V70. Bandingkan fitur kamera dan hal yang perlu diperiksa sebelum membeli.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 17 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
BYD menunjuk Inokom milik Sime Motors sebagai mitra perakitan EV di Malaysia. Strategi ini berbeda dengan pabrik BYD yang telah beroperasi di Subang, Indonesia.
Situs palsu iPhone Duo menawarkan voucher 500 dolar AS dan berpotensi menyerang iPhone rentan melalui DarkSword. Kenali ciri situs dan cara melindungi perangkat
Hamdan Tour mengumumkan Ruben Onsu tak lagi menjadi brand ambassador sejak 31 Agustus 2026. Perusahaan menegaskan kehidupan pribadi Ruben bukan representasi mer
Ranking koefisien Liga Indonesia disebut turun ke posisi 18 Asia setelah Kamboja meraih hasil positif di ACL Two. Persib sebelumnya menang 1-0 atas The Cong-Vie