Advertisement
Jabar, Kiblat Pembinaan Atlet Polo Air di Indonesia
Ilustrasi polo air - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pelatih tim polo air Jawa Barat Otep Baskara berharap provinsinya bisa menjadi salah satu kiblat percontohan pembinaan atlet polo air di Indonesia.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan, apalagi tim polo air Jawa Barat kini sudah mampu berbicara banyak dalam turnamen tingkat nasional.
Advertisement
Pada kejuaraan nasional Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2019 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, tim polo air putra Jawa Barat sukses mengatasi tim D.I Yogyakarta dengan skor 13-5 dan berhak melaju ke babak final menghadapi DKI Jakarta.
Hingga hari ketiga pun, tim polo air putra Jawa Barat memimpin klasemen sementara usai menyapu bersih lima pertandingan dengan raihan 15 poin. Disusul oleh tim DKI Jakarta di posisi kedua dengan koleksi 12 poin.
"Kita penginnya tidak menutup kemungkinan kita ingin menjadi kiblatnya polo air Indonesia," ujar Otep Baskara.
"Kita ingin membuktikan bahwa polo air itu bukan hanya dari DKI Jakarta saja, tapi Jawa Barat juga bisa," katanya menambahkan.
Untuk bisa mencapai dan memetik hasil pencapaian saat ini, Otep mengatakan dibutuhkan persiapan yang lama dan matang dalam hal pembinaan atlet.
Empat tahun yang lalu, tim polo air Jawa Barat hanya bisa finis di posisi empat hingga lima besar klasemen. Namun berkat pembinaan yang berjenjang, mereka akhirnya mampu naik peringkat ke dua besar.
"Kita butuh waktu empat tahun. Pada 2012, kita masih di peringkat bawah, empat atau lima besar. Alhamdulillah dari 2016 sampai sekarang top dua besar," katanya.
Turnamen Rutin
Prestasi tersebut tidak diraih dengan instan. Hasil itu merupakan hasil dari pembinaan atlet berjenjang yang diterapkan oleh tim Jawa Barat. Mereka rutin menggelar kejuaraan internal antarklub guna menjaring bibit-bibit unggul untuk mewakili Jabar di tingkat nasional.
Pembinaan juga dilakukan salah satunya dengan memberikan panggung lebih banyak kepada atlet muda seperti pada kejuaraan nasional IOAC 2019 diisi oleh 60 persen atlet junior berusia di bawah 20 tahun.
Cara tersebut bisa dikatakan cukup berhasil bagi Jawa Barat mempersiapkan atlet berkualitas yang tampil di tingkat nasional. Jawa Barat bersama dengan DKI Jakarta menjadi dua provinsi yang menjadi langganan penyumbang pemain terbanyak ke tim nasional polo air Indonesia. Mereka bahkan juga turut menyumbangkan medali emas pada ajang multi event SEA Games 2019 Filipina.
"Kita selalu memupuk mereka kalau bisa bermain bagus saat liga atau kejurnas, mereka bisa main di Pelatnas," ucap Otep.
Pada kejuaraan IOAC 2019 hingga hari ketiga, tim polo air putra Jawa Barat memimpin klasemen sementara usai menyapu bersih lima pertandingan raihan 15 poin. Disusul oleh tim DKI Jakarta di posisi kedua dengan koleksi 12 poin.
Selain putra, tim polo air putri Jawa Barat sebelumnya juga berhasil menjadi juara mengalahkan tim DKI Jakarta dengan skor 10-8.
Otep berharap dengan prestasi yang ditorehkan, pemerintah provinsi Jawa Barat bisa terus memberi dukungan dalam hal pembinaan hingga menggelar kejuaraan turnamen rutin sehingga harapan untuk menjadi kiblat polo air bisa benar-benar terwujud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Batu Raksasa Dipecah untuk Buka Akses Warga Gedangsari Gunungkidul
- Kesaksian Warga Soal Mahasiswa Tewas Ditusuk Rekan Sendiri di Bantul
- Bonus Atlet PORDA DIY 2025, Bantul Siapkan Miliaran Rupiah
- Pesawat ATR PK-THT Hilang Kontak, Ini Kata GM Bandara Adisutjipto
- Talud Ambrol dan Balai RW 57 Ambruk akibat Hujan Lebat di Jogja
Advertisement
Advertisement




