Mentan Bongkar Mafia Proyek hingga Benih Rp3,3 Miliar
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Ketua Umum PSSI Komjend Polisi Mochamad Iriawan/JIBI-Bisnis.com-Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum PSSI M. Iriawan menegaskan organisasi yang dia pimpin akan mengikuti setiap arahan dari pemerintah pusat perihal jalannya Liga 1 Indonesia di tengah merebaknya virus Corona.
"Selama pemerintah belum ada imbauan atau larangan kepada kami, kami akan tetap jalan. Karena pemerintah lebih tahu hal ini," ujar Iriawan di kantor Kemenpora, Selasa (10/3/2020).
Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator Liga 1, dan PSSI menyatakan laga antara Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta akan tetap dihelat sesuai jadwal yakni pada Sabtu (14/3/2020). Salah satu pertandingan dalam pekan ke-3 Liga 1 itu pun bisa dihadiri penonton.
Keputusan itu berbeda seperti yang ditunjukkan pada pekan ke-2 antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya. PT LIB memilih untuk menunda karena merujuk pada keputusan Pemda DKI Jakarta yang tak akan memberikan izin keramaian.
Meski begitu, Iriawan mengatakan penundaan jadwal Persija vs Persebaya sebagai bentuk penghormatan kepada Pemda. Namun pihaknya akan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat dan berharap Pemda lain tidak mengambil sikap serupa seperti yang dilakukan Pemprov DKI.
"Kita menghormati, makanya tadi kita sampaikan jangan sampai nanti setiap daerah mengeluarkan seperti Jakarta nanti akan repot dengan jadwal Liga," katanya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan hingga saat ini belum ada instruksi khusus dari pemerintah khususnya bagi PSSI untuk menunda Liga 1 maupun tetap tapi tanpa dihadiri penonton.
"Enggak, Enggak ada," kata dia.
Menurut dia, Kemenpora hanya memberikan rekomendasi sesuai dengan instruksi kementerian kesehatan untuk kemudian kembali disampaikan kepada setiap cabang olahraga (cabor). Namun, Kemenpora tetap menyerahkan segala keputusan pada cabor terkait termasuk kompetisi Liga 1.
"Kami tentu patokannya kementerian kesehatan dan apa yang disampaikan kementerian kesehatan kita sampaikan ke cabor-cabor. Keputusannya ada di cabor masing-masing," ujar Menpora.
"Tentu caborlah yang paling tahu kondisi yang ada di dalam lapangan, jadi tak bisa kita mengatakan kita larang atau kita turut," kata dia menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.