Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Danilo Fernando (kiri)/Instagram PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN - PT Putra Sleman Sembada, perusahaan yang menaungi PSS Sleman, mengangkat asisten pelatih PSS Danilo Fernando menjadi manajer tim. Danilo akan didampingi asisten manajer M. Eksan.
"Alasan kami menganggkat beliau karena beliau bukan orang baru di PSS. Beliau sudah lama bersama PSS dan tahu betul mengenai PSS," kata Direktur PT PSS Yoni Arseto kepada Harian Jogja, Rabu (11/3/2020).
Sebelum bergabung dengan PSS sebagai asisten pelatih pada 2018 lalu, Danilo menjadi CEO Pakindo Mojokerto Putra. Selain itu, Danilo juga menjadi Manajer Pusamania Borneo FC pada 2016.
Sementara, M. Eksan yang sempat menjabat Plt Manajer PSS pada awal musim 2020, mengakui memilih tetap menjadi asisten manajer PSS. Dia mengaku sibuk sebagai pegawai PDAM Sleman sehingga enggan menjadi manajer tim.
Dengan pengangkatan Danilo Fernando sebagai Manajer PSS, saat ini ada dua asisten pelatih yang mendampingi Pelatih PSS Dejan Antonic, yakni Dodic Mladen Doda dan Suwandi HS. Adapun pelatih kiper tetap dipegang Listiyanto Raharjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.