KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Pertandingan antara PSS Sleman menghadapi PSM di kompetisi Liga 1 2019 / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN--Salah satu pemain PSS Sleman, Jefri Kurniawan mengutarakan hampanya laga tanpa dukungan langsung para suporter. Kondisi tersebut jelas berpengaruh terhadap performa tim maupun individu pemain.
“Di sisi lain kita juga dilema dengan situasi seperti ini. Kita juga butuh pergerakan di tim, kita juga butuh pergerakan buat kita pribadi. Tentunya meski kita main di Sleman, kondisinya tetap berpengaruh lah. Dukungan dari Slemania dan BCS sudah saya rasakan kurang lebih dua tahun, salah satu faktor kenyamanan ya ada di situ,” ujar pemain kelahiran Malang itu, Senin, (21/9/2020).
Sekadar catatan, PT Liga Indonesia Baru [LIB] mengeluarkan kebijakan ketat terkait lanjutan kompetisi Liga 1. Salah satunya ialah melarang para suporter datang ke stadion guna mencegah timbulnya klaster baru Covid-19. Itu artinya, laga tak akan diwarnai atraksi suporter ataupun iringan yel-yel penyemangat dari tribun penonton.
Jefri melanjutkan, efek ketidakhadiran suporter sudah pernah ia rasakan sebelumnya. Kilas balik pada tahun 2019 saat kelompok suporter PS Sleman melayangkan boikot dan menolak hadir di stadion. Boikot tersebut berangkat dari ketidakpuasaan para suporter dengan kebijakan manajemen tim pada waktu itu. Kondisi itu, kata Jefri dapat dijadikan contoh betapa pentingnya kehadiran suporter saat sebuah tim tengah berlaga.
“Sedikit banyak pasti berpengaruh lah. Kemarin waktu ada ‘boikot’ sudah seperti itu kan,” ujar Jefri.
Sementara itu, Brigata Curva Sud [BCS], kelompok suporter PS Sleman telah melakukan langkah antisipatif guna mengurangi potensi kedatangan suporter. Segala bentuk kegiatan dukungan terhadap PS Sleman yang berpotensi mengundang keramaian tidak akan diselenggarakan.
“Melihat perkembangan peningkatan konfirmasi positif di wilayah Kabupaten Sleman, untuk sementara ini tidak disarankan mengadakan kegiatan nonton bareng atau membuat kerumunan,” tulis BCS melalui akun Instagram mereka, Senin (21/9/2020).
Sebagai gantinya, dukungan BCS kepada PS Sleman diwujudkan dengan memasang giant flag, banner, dan atribut lain di sepanjang rute keberangkatan tim dari mes, lokasi latihan, dan Stadion Maguwoharjo.
Pernyataan BCS terkait imbauan terhadap suporter merupakan hasil pertemuan mereka dengan manajemen tim. Bersamaan dengan itu, BCS juga menyampaikan bahwa mereka masih terus memboikot pihak manajemen. Boikot akan dicabut bila pihak manajemen sanggup mendepak satu orang yang hingga kini masih berada di tubuh tim. Terkait siapa orang yang dimaksud, BCS tidak menyebutkannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
KPK memeriksa Kadis PUPR dan anggota DPRD Kota Bengkulu sebagai saksi dugaan korupsi. Penyidikan terkait pengembangan OTT KPK di Bengkulu.
Cek harga emas Pegadaian hari ini, 26 Agustus 2026, untuk Antam, Galeri 24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback.
Prabowo meminta bahan pemadam karhutla berbahan baku singkong diproduksi massal setelah inovasi Babinsa Lubuk Linggau dinilai efektif.
Presiden Prabowo bertolak ke NTT untuk mengecek kondisi pengungsi dan penanganan gempa Flores serta memastikan bantuan terus disalurkan.
Siswi SMP di Jogja melaporkan dugaan tindakan asusila oleh karyawan UKS. Polisi masih menyelidiki kasus dan akan