Misteri Kematian Warga Boyolali, Makam Dibongkar Usai Dugaan Keracunan
Polisi melakukan autopsi jenazah warga Boyolali yang diduga meninggal akibat keracunan setelah menerima kiriman satai ayam misterius.
I-Board lanjutan Liga 1 2020 sudah mulai terpasang di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (22/9/2020). Stadion Sultan Agung menjadi homebase bagi Persija Jakarta, PSM Makassar dan Bali United pada lanjutan Liga 1 2020./Harian Jogja-Jumali.
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Liga 1 2020 yang akan dimulai Oktober nanti dibatalkan karena menilai masyarakat sepak bola sulit diatur. Namun, kompetisi sepak bola terbesar di Indonesia ini kemungkinan besar akan jalan terus di tengah pandemi Covid-19.
Direktur Utama PT. Liga Indonesia Baru (LIB), Ahkmad Lukita, mengatakan pihaknya senantiasa menjalin koordinasi pemerintah daerah dan keamanan, setidaknya sejak dua bulan terakhir sebelum laga perdana lanjutan Liga 1 Oktober nanti.
BACA JUGA: Dramatis, MU Taklukkan Brighton
“Sampai sekarang pun masih. Kami [LIB] akan jalan terus,” kata Lukita saat berbicara dalam webinar berjudul Sepak Bola di Masa Pandemi: Strategi Putar Otak di Era Normal Baru yang dihelat oleh PSS Sleman dan komunitas Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu (26/9/2020).
Ia tak menampik banyak pihak yang keberatan dengan penyelenggaraan Liga 1 di tengah pandemi. Namun begitu, ia mengklaim PT LIB telah melakukan sejumlah persiapan dan manajemen risiko yang ketat.
Lukita mengatakan Liga 1 tetap berlanjut lantaran telah mengantongi dukungan dari pemerintah. Selain itu, masyarakat juga membutuhkan hiburan menarik seperti pertandingan sepak bola yang disiarkan melalui televisi.
BACA JUGA: Desa Dilewati Proyek Tol Jogja-Solo Mulai Disisir untuk Selamatkan Cagar Budaya
Kendati sudah punya pertimbangan dan persiapan matang, LIB tetap punya opsi memberhentikan kompetisi apabila situasi lebih buruk terjadi di kemudian hari.
“Kalaupun kondisi berat atau buruk, kami akan nurut (menunda kompetisi lagi). Kami semakin waspada. Diharapkan kepada semua klub untuk kerja samanya. Saya termasuk khawatir kalau ada yang terpapar,” ujarnya.
Liga 1 dipastikan akan bergulir lagi pada 1 Oktober 2020 mendatang. Kompetisi yang sempat mati suri akibat pandemi itu dibuka dengan partai PSS Sleman kontra Persik Kediri di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
BACA JUGA: Belajar dari Negara yang Berhasil Melawan Virus Corona
Sebelumnya, IPW meminta Gubernur DIY, Sri Sultan HB X membatalkan izin pelaksanaan kompetisi Liga 1 di Jogja. Pasalnya, pertandingan sepak bola berpotensi mendulang kerumunan yang sangat berbahaya di tengah pandemi Covid-19.
“IPW mengimbau Sultan dan warga Jogja menolak event itu dan menolak klub-klub Liga 1 menjadikan Jogja [DIY] sebagai homebase,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane dalam keterangan yang didapat Harian Jogja.
Neta menegaskan pertandingan Liga 1 berpotensi memicu klaster penularan baru Covid-19. Risikonya akan semakin besar sebab pandemi sama sekali belum menunjukkan tanda mereda.
BACA JUGA: Kesaksian Pasien Covid-19: Sembuh Berkat Imun dan Puasa Medsos
IPW juga menyoroti ihwal potensi kedatangan suporter ke stadion. Kendati ada larangan dan sanksi tegas, IPW tetap ragu dengan pihak yang kelak mau bertanggung jawab jika ada kelompok suporter yang tetap nekat datang ke stadion.
“Siapa yang menjamin suporter tidak datang ke sekitar stadion? Siapa yang menjamin pemain dan ofisial klub yang datang dari luar Jogja, tidak membawa virus Covid-19? Indikasi klaster-klaster baru di kota besar, semakin mewabah sudah terlihat. Masyarakat sepakbola Indonesia, cenderung tidak disiplin, dan sulit diatur,” ujar Neta.
Pembatalan izin Liga 1, lanjut Neta merupakan wujud dukungan terhadap masalah kemanusiaan dan kesehatan. Setiap kegiatan hendaknya berangkat dari pertimbangan itu, bukan semata karena dorongan ekonomi.
Sementara, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan telah mengizinkan PT LIB, perusahaan pengelola, Liga 1 untuk menjadikan DIY sebagai homebase bagi sejumlah klub luar Jawa. “Kami sudah perbolehkan untuk dilaksanakan di Jogja, tapi tanpa penonton,” ujarnya, Rabu (23/9/2020).
PSM Makasar, Bali United, dan Persija Jakarta akan berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul. Adapun Persiraja Banda Aceh, Borneo FC, dan Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, bersama PSS Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi melakukan autopsi jenazah warga Boyolali yang diduga meninggal akibat keracunan setelah menerima kiriman satai ayam misterius.
Menteri Agus Andrianto minta jajaran Imigrasi kooperatif usai OTT KPK terkait pengurusan KITAS dan KITAP di Jakarta Barat.
Dispar Sleman memprediksi perputaran uang wisata libur sekolah 2026 tembus Rp1,26 triliun dengan kunjungan hingga 450.000 wisatawan.
Austria, Kirgizstan, Portugal, Trinidad dan Tobago, dan Zimbabwe resmi jadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2027–2028.
Pemilihan lurah serentak di Gunungkidul 2026 membuka peluang calon tunggal maju melawan kotak kosong. Pemkab menyiapkan anggaran Rp2,6 miliar.
Pemkot) Jogja menggelar Pekan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2026 di Grha Pandawa pada Kamis (4/6/2026)