Bapemperda DPRD Jogja Targetkan 13 Raperda pada 2027
Bapemperda DPRD Kota Jogja menyiapkan 11 usulan Raperda untuk Propemperda 2027 dan membuka peluang penambahan hingga 13 regulasi.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengusap dahinya saat melawan tunggal putra China Shi Yuqi dalam babak 16 besar Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis (29/7/2021). Jonatan Christie gagal melaju perempat final setelah kalah 11-21 dan 9-21./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengaku kecewa karena tidak mampu menyumbangkan poin kemenangan bagi skuad Garuda pada penyisihan kedua grup C Piala Sudirman 2021, setelah dikalahkan Brian Yang.
Dalam pertandingan yang berlangsung pada Senin (27/9/2021) malam WIB, Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie, dipaksa bertekuk lutut oleh wakil Kanada Brian Yang dalam tiga gim dengan skor 21-9, 20-22, 18-21.
Jojo tampil menawan pada gim pertama. Dia bisa meraup poin demi poin dengan cepat dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 21-9.
Sayangnya di gim kedua, pemain berusia 24 tahun itu tidak mampu menjaga penampilannya. Terbukti, saat sudah memimpin 20-19, dia malah tertikung dan kalah 20-22.
Kegagalannya untuk memenangkan gim kedua itu pun sepertinya mengganggu fokus dan konsentrasi peraih emas Asian Games 2018 ini. Setelah memimpin 4-0, Jojo malah tersusul 4-4, dan kemudian terus ketinggalan angka hingga akhirnya kalah 18-21.
“Terus terang, saya merasa kecewa karena kekalahan ini dan tidak bisa menyumbang poin untuk Indonesia. Saya minta maaf atas kegagalan ini," ungkap Jojo melalui keterangan resmi PBSI di Jakarta, Selasa (28/9/2021) dini hari.
Menurut Jojo, Brian Yang bukan pemain sembarangan. Dia dinilai memiliki kemampuan yang baik sebagai pemain bulu tangkis. Untuk itu, Jojo pun mengakui kehebatan Brian.
“Saya memang kalah dan banyak pelajaran yang bisa dipetik. Ketika unggul dan sempat kehilangan satu poin di gim kedua, seharusnya saya tidak perlu mengubah strategi dengan bermain cepat yang menjadi kesukaan Brian,” kata Jojo.
“Sebagai pemain, dia (Brian Yang) memiliki track record yang tidak jelek-jelek amat,” tambahnya.
Selain kekalahan itu, Jojo juga menyesali satu hal dalam kejuaraan tersebut, yaitu tidak diterapkannya teknologi hawk eye di Llpangan 3, sehingga ketika ada keputusan hakim garis seperti yang dirasakannya di gim penentu, ia tidak bisa meminta review.
Pada gim ketiga, tepatnya di poin terakhir, Jojo melihat shuttlecock keluar garis. Namun, justru dinyatakan masuk oleh hakim garis. Jojo sempat melayangkan protes, tapi wasit yang memimpin laga tersebut tidak mengubah keputusannya.
"Bukan cuma soal kalah, tetapi kejuaraan sebesar ini seharusnya seluruh lapangan ada teknologi hawk eye agar pertandingan lebih fair," ujar Jojo.
Selain Jojo, tunggal putri Indonesia Ester Nurumi Tri Wardoyo juga menelan kekalahan 24-22, 8-21, 18-21 atas wakil Kanada Rachel Chan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bapemperda DPRD Kota Jogja menyiapkan 11 usulan Raperda untuk Propemperda 2027 dan membuka peluang penambahan hingga 13 regulasi.
Mabes Polri memastikan soliditas internal tetap terjaga setelah Listyo Sigit dan dua jenderal ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Demokrat mencatat kemenangan dalam pemilu sela AS 2026 dan berpeluang merebut mayoritas kursi Senat serta DPR dari Partai Republik.
Yusril Ihza Mahendra menyebut kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo mengarah pada indikasi makar dan masih didalami penyidik.
Pemda DIY masih mengkaji pedestrian terbatas Malioboro, termasuk pembatasan kendaraan pukul 09.00-22.00, parkir, dan akses jalan.