Hasil French Open 2026: Leo/Daniel ke Semifinal, Amallia/Fadia Tersingkir

Jumali
Jumali Sabtu, 24 Oktober 2026 16:07 WIB
Hasil French Open 2026: Leo/Daniel ke Semifinal, Amallia/Fadia Tersingkir

Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA— Hasil berbeda diraih dua pasangan Indonesia pada perempat final French Open 2026, Jumat (23/10/2026). Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin melaju ke semifinal, sedangkan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus menghentikan langkah setelah kalah dari pasangan Jepang.

Leo/Daniel memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Lee Jongmin, melalui dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-19. Kemenangan ini menjaga peluang mereka untuk mengejar gelar Super 750 pertama.

Sebaliknya, Amallia/Fadia gagal melewati perempat final setelah takluk dari pasangan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, yang merupakan unggulan pertama. Mereka kalah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 18-21.

Leo/Daniel Waspadai Wakil Malaysia di Semifinal

Leo Rolly Carnando mengakui kemenangan atas Kang/Lee tidak diraih dengan mudah. Meski menghadapi pasangan baru, Leo menilai lawan tetap memiliki kualitas sehingga ia dan Daniel harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

“Alhamdulillah, hari ini bisa melewati pertandingan dengan mulus dan sehat. Sebenarnya, pertandingan hari ini juga tidak gampang buat kami. Walaupun mereka pasangan baru, mereka punya kualitas yang baik. Tadi kami coba fokus penuh dengan permainan kami,” kata Leo dalam keterangan resmi PBSI, Sabtu (24/10/2026).

Setelah mengamankan tiket semifinal, Leo/Daniel akan menghadapi pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Mereka perlu menjaga kondisi fisik dan fokus agar dapat mempertahankan peluang melangkah ke partai final.

Leo menegaskan, pasangan Indonesia datang ke turnamen ini dengan target meraih gelar Super 750 pertama. Karena sudah mencapai semifinal, mereka ingin meningkatkan semangat dan menjaga performa untuk menghadapi tantangan berikutnya.

“Besok akan bertemu Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia. Kami harus menjaga kondisi dan fokus. Kami ke sini dengan target meraih gelar Super 750 pertama, dan sekarang sudah sampai semifinal, jadi harus lebih semangat,” ujarnya.

Daniel Soroti Banyaknya Poin yang Terbuang

Daniel Marthin turut mengevaluasi jalannya pertandingan, terutama pada gim kedua. Setelah unggul 11-10, Leo/Daniel dinilai terlalu banyak kehilangan poin sehingga Kang/Lee mampu memberikan perlawanan ketat hingga akhir gim.

“Di gim pertama kami bisa unggul beberapa poin dan memenangkannya. Namun, di gim kedua, setelah unggul 11-10, kami banyak membuang poin sehingga pertandingan berlangsung ketat sampai akhir,” kata Daniel.

Menurut Daniel, pasangan Korea mulai menemukan ritme permainan ketika pertandingan berjalan. Namun, arahan pelatih untuk tetap tenang dan menjaga fokus membantu mereka menghadapi perubahan strategi lawan.

“Mereka juga sudah mulai menemukan form-nya, tetapi pelatih selalu mengingatkan untuk tetap tenang dan lebih fokus. Kami juga lebih berani berspekulasi, mengikuti perubahan strategi mereka,” tambahnya.

Evaluasi tersebut menjadi bekal bagi Leo/Daniel sebelum menghadapi Goh/Nur Izzuddin. Konsistensi dan kemampuan mengendalikan pertandingan akan menjadi hal penting jika mereka ingin menjaga peluang meraih gelar di turnamen level Super 750 ini.

Amallia/Fadia Tersingkir, Akui Kurang Konsisten

Di sektor ganda putri, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal mengikuti jejak Leo/Daniel ke semifinal. Mereka kalah dari pasangan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, dengan skor 17-21 dan 18-21 pada perempat final, Jumat (23/10/2026).

Siti Fadia mengakui kurangnya konsistensi menjadi salah satu masalah utama dalam pertandingan tersebut. Mereka kesulitan menjaga pola permainan ketika mengejar ketertinggalan, berusaha menyamakan skor, maupun saat memiliki kesempatan untuk unggul.

“Kalau dari kami, kendalanya sama-sama kurang konsisten. Saat sudah mengejar atau poinnya sama, atau bahkan sempat unggul, kami kurang konsisten dalam pola permainan. Jadi, terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Fadia dalam keterangan resmi PBSI, Sabtu (24/10/2026).

Amallia juga menyoroti fokus yang menurun ketika kedua pasangan terlibat reli panjang. Situasi itu membuat mereka kehilangan sejumlah poin penting dan kesulitan mempertahankan momentum melawan unggulan pertama asal Jepang tersebut.

“Fokus kami sering kali turun ketika sedang beradu reli. Itu membuat akhirnya banyak kehilangan poin,” ujar Amallia.

Kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Amallia/Fadia untuk memperbaiki penampilan pada turnamen selanjutnya. Mereka berharap dapat memanfaatkan hasil di Paris sebagai motivasi untuk meraih hasil lebih baik di Hylo Open.

“Hasil di French Open ini kami jadikan motivasi lebih buat di Hylo Open nanti. Semoga mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Amallia.

Hasil perempat final ini membuat perjalanan dua pasangan Indonesia di French Open 2026 berakhir dengan catatan berbeda. Leo/Daniel masih berpeluang mengejar gelar, sementara Amallia/Fadia akan membawa evaluasi dari pertandingan tersebut untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online