WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Tangkapan layar pembakaran Omah PSS./Instagram-@siorangdalam
Harianjogja.com, SLEMAN—Polisi masih menyelidiki pembakaran Omah PSS di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Minggu (28/11/2021) lalu. Dari rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi, polisi menyebut pelaku pembakaran berjumlah tiga orang.
Kapolres Sleman, AKBP Wahyu Tri Budi, menjelaskan sudah ada tiga saksi yang diperiksa dalam kejadian tersebut. Saksi berada di sekitar lokasi saat pembakaran. Pemeriksaan ini didukung dengan rekaman CCTV yang secara visual menunjukkan pelaku pembakaran.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah benda yang menjadi barang bukti dari pembakaran, meliputi botol air mineral yang berisi sisa bensin sebagai bahan bakar yang digunakan pelaku. “Semoga dalam waktu dekat kami dapat mengidentifikasi pelakunya,” ujarnya, Senin (29/11/2021).
Ia mengimbau semua pihak saling menahan diri, tidak saling menuduh, dan menyerahkan pemeriksaan pada kepolisian. “Tidak usah saling menuduh. Biarkan kami berusaha semaksimal mungkin mencari pelakunya,” kata dia.
Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Budi Karyanto, menuturkan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku berjumlah tiga orang menggunakan dua sepeda motor. Satu orang masuk dan mengeksekusi pembakaran, sementara dua lainnya menunggu di luar.
Berdasarkan rekaman CCTV yang juga tersebar di media sosial, pelaku pembakaran mengenakan jaket hitam, celana hitam, sepatu putih dan masker putih. Ia menegaskan tidak ada indikasi suporter lain sebagai pelaku pembakaran ini. “Tidak ada [indikasi], itu dari internal,” katanya.
Setelah melancarkan aksinya, pelaku kabur ke arah selatan. Api berkobar tidak lama, sekira 2-3 menit dan bisa langsung padam sendiri. Beberapa benda yang terbakar meliputi meja, kursi, sebagian dinding dan lantai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
KPU Kulonprogo menandatangani MoU lima tahun dengan Pemkab untuk memperkuat sinergi penyelenggaraan Pemilu sejak masa non tahapan
Harga laptop, HP, dan konsol gim naik karena pasokan chip memori terserap industri AI. Sejumlah perangkat juga turun spesifikasi.
Anggota Komisi III DPR meminta hukuman mati bagi Febrie Adriansyah usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU.
Iran belum akan berunding dengan AS hingga Washington mengubah sikap. Selat Hormuz dan program nuklir menjadi isu utama.
Cari hardisk eksternal murah? Simak rekomendasi Toshiba, Seagate, dan WD lengkap dengan spesifikasi, harga, serta tips memilih.