Pusat Data AI Dikecam, Warga Eropa Khawatir Air dan Energi Terkuras
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
Alfeandra Dewangga Santosa - PSIS
Harianjogja.com, SEMARANG — Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan komposisi pemain lokal yang saat ini ada dan dimiliki tim sudah cukup bagus.
Terkait dengan nama pemain Bali United FC, Stefano Lilipaly, ia menjelaskan keseimbangan di skuat PSIS Semarang menjadi alasan pihak manajemen tidak merekrut pemain yang berhasil melakukan back to back juara dengan Bali United tersebut. Dia meyakini dengan tambahan pemain yang sesuai dengan kebutuhan dan skuat yang komplet, performa tim akan luar biasa musim depan.
“Kalau pemain kita komplit kemarin (skuat musim lalu), kita akan lebih luar biasa,” kata Yoyok, dikutip dari laman Liga Indonesia Baru, Rabu (13/4/2022).
Lebih lanjut Yoyok mengatakan tidak semua usulan dari suporter dapat diakomodir oleh manajemen PSIS Semarang dalam upaya perekrutan pemain anyar. Dia memastikan pemain yang datang sesuai dengan kebutuhan di sektor yang dirasa masih kurang.
“Pos yang berlubang akan dicari. Tapi syaratnya datang dari pemain muda PSIS Semarang mulai dari U-18, U-20, dan U-23,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
PSIM Jogja kalah 1-2 dari Dewa United pada pekan ke-9 Super League 2026/2027. Gol injury time tim tamu sempat diprotes pemain tuan rumah.
Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI AD dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Seruyan.
Sebanyak 51 pelajar mengikuti Kejurkab Panjat Tebing Kulonprogo 2026. FPTI berharap dukungan fasilitas latihan untuk mengejar target tiga medali PORDA DIY 2027.
BPBD Gunungkidul menyebut musim hujan diperkirakan mulai Desember. Sebanyak 5.100 tangki air disiapkan untuk melanjutkan bantuan air bersih.
Apindo menyebut pelemahan rupiah, kenaikan harga energi, dan lesunya permintaan ekspor menekan margin perusahaan serta membuat pengusaha menahan investasi.