8 Tahun Berlalu, Ddu-Du Ddu-Du Tembus 2,4 Miliar di YouTube!
BLACKPINK cetak sejarah! Video "Ddu-Du Ddu-Du" tembus 2,4 miliar view di YouTube, pertama dari grup K-Pop. Simak daftar video miliaran mereka.
Pembalap RNF MotoGP Racing Andrea Dovizioso - MotoGP.com
Harianjogja.com, JOGJA — Untuk kali pertama, pabrikan motor asal Jepang, Yamaha tidak akan memiliki tim satelit pada ajang MotoGP 2023.
Hal ini menyusul keputusan dari tim satelit Yamaha musim ini, RNF MotoGP Racing yang akan berpindah ke Aprilia pada musim 2023.
"Tentu saja, ini tidak pernah menyenangkan ketika berada di akhir hubungan. Kami hanya punya sampai akhir musim dan kami akan tetap menjadi partner bersama RNF. Tapi, mereka telah mengambil keputusan untuk bersama Aprilia untuk masa depan," ujar Managing Director Yamaha MotoGP, Lin Jarvis.
Lin Jarvis mengaku menghargai keputusan dari RNF, meskipun dirinya sedikit terkejut ketika mendengar kabar tersebut.
"Kami hanya akan memiliki dua motor di grid tahun depan. Seperti yang saya katakan, hingga sekarang kami selalu memiliki tim satelit. Tapi kenyataannya, di paddock MotoGP setiap tim memiliki kontrak dengan pabrikan. Jadi, untuk saat ini tidak ada alternatif," kata Lin Jarvis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Crash
BLACKPINK cetak sejarah! Video "Ddu-Du Ddu-Du" tembus 2,4 miliar view di YouTube, pertama dari grup K-Pop. Simak daftar video miliaran mereka.
Kris Dayanti meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional Wushu Kungfu 2026. Prestasi di usia 51 tahun ini menjadi inspirasi bahwa semangat berprestasi tidak
Bajaj akan meluncurkan motor listrik terbarunya ke pasar ekspor lebih dulu sebelum India. Amerika Latin dipilih sebagai target utama karena permintaan kendaraan
Asita DIY menilai tren wisata multi-destinasi menjadi peluang besar bagi Yogyakarta untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, dan men
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
PT Importa Jaya Abadi membidik ekspansi ke pasar Asia Tenggara setelah memperkuat dominasinya di pasar domestik.