Di Balik Gelar Dunia Spanyol Ada Filosofi yang Tak Biasa
Luis de la Fuente sukses membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Filosofi kebersamaan dan kekuatan tim menjadi kunci keberhasilan La Roja.
Jordi Amat saat diperkenalkan sebagai pemain Johor Darul Tazim - Instagram : @Officialjohor
Harianjogja.com, JOGJA — Pemain keturunan Indonesia, Jordi Amat secara mengejutkan mengunggah surat pengakuan dari Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara, Jumat (1/7/2022) siang di instagram storiesnya.
Unggahan itu seakan kembali menjawab sejumlah kritik atas keputusannya bergabung dengan Johor Darul Tazim (JDT).

Sebelum mengunggah surat pengakuan dari Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara, sejatinya telah mengunggah klarifikasi dan keterangan kenapa dirinya memilih untuk bergabung dengan klub Malaysia tersebut.
“Dengan ini menyampaikan sebagai dasar perhatian dan apresiasi terhadap Trah Keluarga Besar Raja & Sultan Nusantara Indonesia dalam hal ini perkumpulan Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara menyambut dengan penuh penghormatan kepada YM. Pangeran Jordi Amat Maas, generasi ketiga dari Raja M.D Kansil, Kerajaan Siau, Sulawesi Utara,” tulis surat pengakuan tersebut, Jumat (1/7/2022).
“Untuk bersama memperkenalkan dan menjaga amanat luhur Adat dan Budaya Kerajaan Kesultanan Nusantara Indonesia dan menjadi bagian dari Keluarga Besar Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara,” tutup pernyataan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Luis de la Fuente sukses membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Filosofi kebersamaan dan kekuatan tim menjadi kunci keberhasilan La Roja.
Desain Cahaya Pradipta karya Marcelo Diaz Octavianus menjadi juara Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026.
Diet Viking ala Erling Haaland mengandalkan makanan utuh dan tinggi protein. Simak menu harian serta risiko kesehatannya.
Grab Indonesia juga membuktikan komitmen inklusivitasnya dengan merangkul ribuan mitra pengemudi disabilitas
DPR mengesahkan UU PFII. Simak poin penting mengenai otoritas khusus, insentif pajak, pengawasan, hingga target investasi Rp500 triliun.
KPK memeriksa delapan orang terkait OTT Bupati Lombok Barat, termasuk kepala daerah, Dirut Perseroda, pejabat PUPR, dan pihak swasta.